Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali, Tim BULOG Kanwil Bali Turun Langsung ke Pasar

Tim Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 17:20 WIB
TERJAGA: Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali Simon Melkisedek Lakapu saat monitoring stok beras di sejumlah pasar dan gerai sembako di Denpasar. (Humas Bulog Bali untuk radarbali.id)
TERJAGA: Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali Simon Melkisedek Lakapu saat monitoring stok beras di sejumlah pasar dan gerai sembako di Denpasar. (Humas Bulog Bali untuk radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Perum BULOG Kantor Wilayah Bali turut melaksanakan monitoring pasar secara serentak sebagai bagian dari langkah konkret dalam memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga beras dan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Bali.

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali Simon Melkisedek Lakapu dengan mengunjungi Pasar SP2KP Provinsi Bali, yaitu Pasar Nyanggelan dan Pasar Kreneng.

Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pasar, khususnya perkembangan harga, ketersediaan stok beras, serta kelancaran distribusi beras khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat.

Monitoring pasar tersebut merupakan bagian dari gerakan BULOG secara nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, jajaran BULOG mengikuti koordinasi nasional melalui video conference yang dipimpin Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. bersama Direktur SPHP Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono serta seluruh Pemimpin Wilayah dan Pemimpin Cabang BULOG.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali Simon Melkisedek Lakapu menyampaikan bahwa pemantauan langsung ke pasar menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran kondisi pangan secara riil sekaligus memastikan intervensi pemerintah melalui BULOG dapat berjalan efektif.

“Monitoring langsung ke pasar ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman, distribusi SPHP berjalan dengan baik, serta harga beras di tingkat konsumen tetap terkendali dan terjangkau. Kami terus melakukan pemantauan agar apabila terdapat dinamika harga maupun pasokan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Simon.

Dari hasil pemantauan di Pasar Nyanggelan dan Pasar Kreneng, jajaran BULOG Kanwil Bali melakukan dialog dengan pedagang serta mengecek kondisi ketersediaan dan perkembangan harga beras di pasar.

Pemantauan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan beras khususnya beras SPHP tersalurkan secara tepat dan dapat diakses oleh masyarakat sesuai ketentuan harga yang berlaku.

Dari sisi ketersediaan, posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG Kanwil Bali per 4 September 2026 tercatat sebesar 7.657 ton. Sementara itu, realisasi penyaluran beras SPHP di wilayah Bali telah mencapai 7.208 ton.

Kekuatan stok CBP tersebut memberikan ruang bagi BULOG Kanwil Bali untuk terus menjalankan berbagai langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan, termasuk melalui penyaluran beras SPHP serta intervensi pasar apabila diperlukan.

Kehadiran langsung jajaran BULOG dalam monitoring pasar juga dilakukan sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi dinamika harga pangan. BULOG Kanwil Bali terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, Satgas Pangan, TNI, Polri, pengelola pasar, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memastikan kondisi pasokan dan harga pangan tetap terpantau.

Melalui penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah, percepatan penyaluran SPHP, serta monitoring pasar secara langsung dan berkelanjutan, Perum BULOG Kanwil Bali berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Bali.

BULOG memastikan seluruh instrumen yang dimiliki akan terus dioptimalkan agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan pasokan yang cukup, harga yang wajar, dan akses yang mudah.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Perum Bulog Kantor Wilayah Bali stabilitas harga beras pasokan sembako Monitoring