DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Empat gunung di Indonesia erupsi secara bersamaan mengakibatkan pembatalan penerbangan di berbagai provinsi, salah satunya berdampak pada Bandara I Gusti Ngurah Rai. Semburan Gunung Anak Krakatau paling memberikan dampak yang memengaruhi operasional penerbangan, Minggu (6/9/2026).
Gubernur Bali, Wayan Koster, saat ditemui usai sidang paripurna Senin (7/9/2026), mengakui bahwa yang terdampak hanya penerbangan domestik.
Sedangkan penerbangan internasional diklaim tidak mengalami gangguan.
Sebab, yang paling berpengaruh adalah penutupan di Bandara Soekarno-Hatta.
“Penerbangan menuju Soekarno-Hatta dan ke daerah lain yang terkoneksi dengan Soekarno-Hatta, termasuk penumpang kita yang kemarin mau balik ke Jakarta, tidak bisa. Hal ini sudah ditangani oleh pihak Angkasa Pura dan kemudian ada refund tiket,” kata Koster.
Dalam kondisi yang tidak dapat diprediksi ini, Koster mengklaim penumpang memahami situasi tersebut sehingga wisatawan menambah hari tinggal.
“Tapi kalau yang berkaitan dengan penerbangan internasional yang kembali ke Bali, sama sekali tidak ada gangguan,” katanya.
Koster berharap erupsi Anak Krakatau segera berakhir supaya penerbangan cepat kembali normal, terutama dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten ke Bali.
“Mudah-mudahan erupsi Gunung Anak Krakatau ini bisa segera berakhir sehingga penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Bali dan daerah lain bisa normal kembali,” jelasnya.
Disinggung mengenai dampak pariwisata, diakui ada peningkatan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman). Kalau rute internasional tidak ada masalah, bahkan ada sedikit peningkatan dari year-on-year-nya.
Imbasnya justru pada kunjungan wisatawan domestik (wisdom), yang jumlah kunjungannya sekitar 12 ribu hingga 16 ribu per hari.
“Ya mengalami penurunan jauh. Kalau situasi normal kan penerbangan domestik ke Ngurah Rai itu sekitar 12 sampai 16 ribu per hari. Nah, itu mengalami gangguan. Praktis begitu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan hal senada bahwa ada pengaruh terhadap pariwisata, khususnya wisatawan domestik.
Sebab, rute penerbangan yang paling banyak dituju, yakni Bandara Soekarno-Hatta, sedang ditutup. “Itu saja sih masalahnya,” katanya.
Sebagai opsi lain jika ada permasalahan di bandara, kata Sumarajaya, Kementerian Perhubungan telah memberikan pengarahan kepada maskapai yang terdampak karena penerbangan ditutup.
“Secara umum berpengaruh, tapi mudah-mudahan tidak,” tandasnya.
Seperti diketahui, tujuh gunung yang mengalami erupsi yakni Gunung Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, Anak Krakatau, dan Sinabung.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com