DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Permasalahan sampah masih belum tuntas di Badung dan Denpasar. Wakil Menteri Koordinator Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kunjungannya ke SDN 5 Pedungan mengapresiasi kemajuan dalam penanganan sampah yang diklaim pengurangannya ke TPA Suwung mencapai 70 persen.
"Kita tahu persis, Bali ini, terutama Denpasar dan Badung, menjadi tujuan utama destinasi wisata nasional bahkan kelas dunia. Jadi kalau kita ke banyak negara, maka destinasi wisata yang ingin dikunjungi adalah Bali.
Dengan keramahtamahan dan keunikan pulaunya menjadi nilai tersendiri, ditambah budayanya yang tidak bisa digantikan di pulau-pulau lain. Namun demikian, ternyata permasalahan sampah juga menjadi permasalahan serius di Provinsi Bali, terutama di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung," kata Hanif Kamis (10/9/2026).
Hanif mengungkapkan, data tersebut didapat dari Gubernur Bali bahwa pengurangan sampah dari Denpasar menuju TPA/TPST Suwung sudah mencapai 70 persen.
Upaya ini akan terus dilanjutkan sesuai dengan rencana strategis yang disusun Wali Kota dan akan diselesaikan sampai bulan Desember, sehingga tidak ada lagi sampah-sampah segar yang masuk ke Suwung.
"Jadi hanya residu nanti yang akan ke Suwung. Untuk sampah organik, insyaallah sudah diselesaikan di sumber, kemudian anorganik telah direduksi melalui berbagai macam upaya ini, sisanya akan ke Suwung," ujarnya.
Terlebih lagi, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali juga sedang membangun pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2027.
Hanif menyebut PSEL membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga ia mendorong efektivitas dan efisiensi dalam pembangunannya. Upaya pengelolaan sampah dari sumber juga harus terus dijalankan.
"Mudah-mudahan akhir 2027 ini sudah operasional. Biayanya cukup besar. Meskipun kita yakin sekali Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Provinsi Bali ini mampu membayar, tetapi tentu efektivitas dan efisiensi harus kita bangun," terangnya.
Hanif turut mendorong Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dapat meraih penghargaan Adipura. Belum berhasilnya daerah tersebut meraih penghargaan bergengsi itu di masa lalu diakui Hanif karena persoalan sampah yang sebelumnya belum tuntas ditangani. Seperti diketahui Adipura adalah sebuah yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia kepada kabupaten/kota yang berhasil dalam hal kebersihan, pengelolaan lingkungan perkotaan, serta kinerja kepemimpinan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
”Harapan kami tahun depan sudah ada perubahan mendasar dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung untuk bisa menyentuh Adipura. Ini kemarin masih agak ketinggalan karena masa reformasi total sampah yang dulu-dulu tidak pernah ditangani, hari ini dituntaskan," jelasnya.
Tantangan dalam penuntasan masalah sampah ini diakuinya banyak menemui gesekan dan bersinggungan dengan berbagai pihak. Salahnya masyarakat maupun pengelola swasta, yang sempat dibuktikan dengan adanya gejolak seperti aksi demonstrasi memarkirkan truk sampah.
"Banyak singgungan, banyak demo, banyak pengertian negatif, banyak dugaan-dugaan yang salah. Tapi akhirnya sudah bisa lihat sendiri, tidak ada apa pun yang disembunyikan oleh kita semua," tambahnya.
Hanif juga membantah adanya ambisi penutupan TPA Suwung karena akan disulap sebagai lokasi komersial. Ia menegaskan, langkah tersebut murni untuk mengubah sistem persampahan yang awalnya open dumping bertahun-tahun agar bergeser menjadi pengelolaan yang lebih mandiri.
”Tidak ada kemudian akan menjadikan Suwung sebagai lapangan golf dan lain-lain. Ternyata kan memang kita harus merubah perilaku kita. Bali demikian penting, jadi saya kira kekuatan dari penyelenggaraan pemerintah ini akan ber-impact kepada masyarakat dan tata kelola kita semua di Bali," tegasnya.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com