Gelar Monev Strategis, MUI Bali Dorong Transformasi Dakwah Digital dan Pariwisata Ramah Muslim

M.Ridwan • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 12:56 WIB
DORONG TRANSFORMASI: Tim Monev MUI Pusat foto bersama pengurus MUI Bali di gedung baru Jalan Pura Banyu Kuning No.99, Padangsambian, Denpasar Barat, 22-23 September 2026. (Infokom MUI Bali for radarbali.id)
DORONG TRANSFORMASI: Tim Monev MUI Pusat foto bersama pengurus MUI Bali di gedung baru Jalan Pura Banyu Kuning No.99, Padangsambian, Denpasar Barat, 22-23 September 2026. (Infokom MUI Bali for radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kantor MUI Provinsi Bali pada Selasa–Rabu (22–23/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola organisasi, mempertajam program kerja, serta memastikan kehadiran MUI memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tengah dinamika lokal.

Tim Monev MUI Pusat yang dipimpin oleh Dr. Rida Hesti Ratnasari, SP., M.Si., bersama Korwil MUI Pusat KH. Fahrur Rozi dan Yai Mabroer, disambut langsung oleh Dewan Pimpinan Harian (DPH) MUI Provinsi Bali. Agenda dibuka dengan pemaparan perkembangan organisasi, refleksi kinerja, serta penyerahan Buku Hasil Keputusan Munas XI MUI Tahun 2025.

Ketua Tim Monev MUI Pusat, Dr. Rida Hesti Ratnasari, SP., M.Si., menegaskan pentingnya Monev sebagai sarana penyamaan arah gerak organisasi dari pusat hingga daerah.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MUI Pusat untuk melihat perkembangan organisasi, mengevaluasi pelaksanaan program, sekaligus memberikan penguatan dan arah pengembangan program MUI di daerah agar semakin terukur, koordinatif, dan memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat," ujar Dr. Rida Hesti Ratnasari.

Dalam Monev kali ini, MUI merumuskan sejumlah fokus strategis untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan umat di Bali:

Standar Baru Tata Kelola Program

MUI Pusat menekankan pentingnya akuntabilitas tata kelola. Setiap program kerja ke depan wajib memiliki Term of Reference (TOR) dan indikator keberhasilan (KPI) yang jelas. Khusus program berbasis gerakan, tolok ukur kelulusan tidak hanya dilihat dari terselenggaranya acara, tetapi dari sejauh mana partisipasi dan dampak nyata yang dihasilkan di masyarakat.

Dr. Rida menambahkan bahwa setiap pelaksanaan program harus benar-benar selaras dengan perencanaan awal.

"TOR dan realisasi kegiatan harus koheren. Apa yang direncanakan harus dapat terlihat dalam pelaksanaan dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya secara konkret," pungkasnya.

Rangkaian Monev selama dua hari ini ditutup dengan agenda kunjungan lapangan, dialog bersama ormas Islam dan tokoh masyarakat, serta silaturahmi ke Gubernur Bali dan Masjid Ibnu Batutah, Badung.***

 

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
mui pusat Monev transformasi digital mui bali