Ditarget 2 Tahun Intergrasikan Nomor Darurat 112, BPBD Bali Minta Komitmen Pemda

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 21:41 WIB
NOMOR DARURAT: Kepala BPBD Bali Kepala BPBD Bali Gede Agung Teja Bhusana Yadnya (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)
NOMOR DARURAT: Kepala BPBD Bali Kepala BPBD Bali Gede Agung Teja Bhusana Yadnya (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pemerintah Provinsi Bali melalui BPBD segera mengalokasikan dana untuk mempersiapkan nomor kedaruratan terintegrasi 112, di mana pendanaannya dijalankan melalui skema kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dengan sistem komunikasi dibantu oleh pusat dan mobilisasi tim respons ditopang oleh APBD.

​Meski Kementerian Dalam Negeri memberikan target dua tahun, Kepala BPBD Bali Gede Agung Teja Bhusana Yadnya optimistis integrasi layanan emergency 112 di seluruh Bali dapat terwujud jauh lebih cepat.

"Saya yakin di Bali tidak sampai 2 tahun. Sekali lagi ini bertahap awal, ya didoakan biar cepat selesai," ungkapnya belum lama ini. 

​Penyelenggaraan sistem baru ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Komitmen Bersama Penguatan dan Percepatan Penyelenggaraan Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 di Bali (Indonesia Siaga 112) di Hotel Grand Bali Beach, Nusa Dua, pada Kamis (24/9/2026) yang lalu.

​Sistem panggilan darurat tunggal berbasis terobosan Kemendagri ini sangat diperlukan bagi Bali sebagai destinasi wisata dunia agar wisatawan dan masyarakat mendapat kepastian kontak saat mengalami kedaruratan.

"Yang jelas bencana juga butuh, kesehatan juga butuh, damkar juga butuh, tapi bagaimana ini menjadi satu, termasuk Kepolisian," ujar Teja.

​Dengan diterapkannya nomor tunggal 112 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat, seluruh jalur hotline darurat lama yang tersebar di berbagai instansi secara bertahap akan digantikan.

"Ya nanti otomatis kan tidak diperlukan (nomor lama). Namanya juga nomor tunggal. Jadi kalau masih ada nomor banyak ya buat apa? Tapi bagaimana respon atau tugas per sektor ini tidak saling mengganggu atau saling tumpuk, itu juga bagian dari yang harus dipikirkan," jelasnya.

​Selain itu, terdapat tren positif berupa peningkatan kesadaran masyarakat dari tahun ke tahun dalam melaporkan kejadian darurat.

"Kemampuan respons juga gitu, jadi pengintegrasian. Walaupun kemarin ada yang masih pisah, ada yang sudah nomor tunggal, ada yang masih nomor kantor kan. Jadi ya ini peluang yang bagus untuk Bali," ungkap Teja.

​Dalam persiapannya, Agung Bhusana meminta komitmen pemkot dan pemkab seluruh Bali, khususnya dalam pemenuhan operasional dan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Dalam praktiknya nanti akan butuh SDM, butuh pelatihan, butuh perlengkapan, butuh support anggaran. Kalaupun harus rekrut baru ya nanti disiapkan juga," tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
NOMOR KEDARURATAN alokasikan anggaran BPBD Provinsi Bali