DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana, Bali, resmi dimulai setelah proses groundbreaking dilakukan pada akhir September lalu.
Mega proyek bernilai sekitar Rp1,2 triliun yang didanai pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diproyeksikan rampung pada kurun 2028-2029.
Pemerintah memastikan keberadaan fasilitas modern ini tidak akan menggeser para nelayan lokal yang sudah melaut di sana sejak era pangkalan pendaratan ikan tahun 1970-an.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali mendorong agar proyek prestisius di era Presiden Prabowo Subianto ini mampu memprioritaskan penyerapan SDM setempat. "Kalau bisa 90 persen orang lokal, itu pertama," ujar Kepala DKP Provinsi Bali, I Putu Sumardiana.
Selain menyerap tenaga kerja, PPN Pengambengan dirancang untuk memindahkan pemusatan aktivitas armada perikanan yang selama ini menumpuk di Pelabuhan Benoa.
Selain itu juga, untuk penataan Benoa yang difokuskan sektor pariwisata. Konsep yang diusung adalah ekosistem perikanan terpadu (integrated port).
"Jadi tidak cukup hanya menyediakan kapal, harus ada docking-nya, harus ada unit pengolah ikan dan sebagainya. Makanya disebut integrated port," jelas Sumardiana.
Pembangunan fisik diawali dengan pengerukan kolam dan penyiapan tempat sandar. Pemprov Bali memastikan dermaga kapal tradisional dan armada besar di atas 30 GT akan ditata terpisah tanpa menyingkirkan nelayan eksisting.
"Kan tidak boleh kehilangan. Kapal tradisional itu sudah existing. Itu akan diperbaiki. Kapal tradisional di sebelah barat akan dirapikan. Kan tidak boleh kehilangan," terangnya.
Sumardiana mengatakan, kesiapan rantai pasok juga menjadi perhatian utama sebelum proses pemindahan kapal dilakukan dari Benoa. "Justru hasil tangkap itu kalau belum ada tempat cold storage-nya tidak bisa. Makanya itu proses," katanya.
Evaluasi kapasitas baru bisa ditentukan setelah pelabuhan beroperasi. "Setelah enam bulan, setahun, bisa kelihatan akhirnya. Setelah berjalan, baru kita bisa memprediksi, kira-kira nanti di sini kapalnya sekian cukup," tambah Sumardiana.
Di sisi lain, Pemprov Bali juga menghentikan izin armada baru untuk menjaga keberlanjutan stok ikan lemuru di Selat Bali. Menurutnya kebijakan telah tahun lalu.
"Kebijakan itu sudah tahun lalu, tidak ada lagi kapal-kapal izin baru," katanya.
Seperti diketahui proyek ini dikerjakan oleh konsorsium CRBC-Nindya Karya Joint Operation, PPN Pengambengan diharapkan tidak hanya menjadi pusat perikanan modern yang bersih dan teratur, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata baru yang memberi efek ekonomi berganda bagi masyarakat Jembrana.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com