Antrean BBM di Sejumlah SPBU di Bali Mengular, Pertamina Irit Bicara

I Wayan Widyantara • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:13 WIB
ANTREAN PANJANG: Antrean kendaraan mengular di salah satu SPBU kawasan Nusa Dua, Badung, di tengah kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU Denpasar dan Badung. (I WAYAN WIDYANTARA/radarbali.id)
ANTREAN PANJANG: Antrean kendaraan mengular di salah satu SPBU kawasan Nusa Dua, Badung, di tengah kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU Denpasar dan Badung. (I WAYAN WIDYANTARA/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kelangkaan BBM terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Denpasar dan Badung. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan hingga mengular, salah satunya terlihat di kawasan Nusa Dua, Badung.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan kondisi tersebut di antaranya dipengaruhi peningkatan konsumsi BBM.

”Di antaranya peningkatan konsumsi,” ujar Ahad saat dikonfirmasi terkait kondisi antrean dan kelangkaan BBM di sejumlah SPBU, Rabu (7/10).

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai berapa kuota BBM yang ditetapkan untuk masing-masing SPBU serta apakah Pertamina memiliki analisis jumlah kendaraan yang mengisi BBM setiap hari, Ahad belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

Belum adanya angka mengenai kuota dan jumlah kendaraan tersebut membuat besaran peningkatan konsumsi yang disebut Pertamina belum tergambar secara jelas.

Termasuk apakah kuota yang diberikan kepada masing-masing SPBU telah disesuaikan dengan perkembangan jumlah kendaraan dan kebutuhan BBM di lapangan.

Sementara itu, antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi di kawasan dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi seperti Denpasar dan Badung.

”Duh antrean panjang sekali. Bahkan semalam saya lihat banyak yang sampai dorong motor karena kesulitan mendapatkan BBM," ujar salah satu pengemudi ojek online.

Pertamina pun belum menjelaskan secara rinci besaran peningkatan konsumsi, kuota masing-masing SPBU, maupun jumlah kendaraan yang menjadi dasar perhitungan kebutuhan BBM harian.

”Ini apakah disengaja agar cepat beralih ke kendaraan listrik atau gimana. Hal ini tentu menyulitkan kami. Apalagi kami sebagai ojek online butuh untuk mencari nafkah," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Pertamina Bali Nusra Antrean BBM