Tak Ada Lagi Data Fiktif, Komdigi Klaim Perlinsos Digital Buat Bansos Tepat Sasaran

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:31 WIB

 

AKURASI DATA: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid saat bertemu guru di program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dilayani oleh pegawai Dinas Sosial Kabupaten Badung di Wantilan Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Legian (9/10/2026). (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)
AKURASI DATA: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid saat bertemu guru di program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dilayani oleh pegawai Dinas Sosial Kabupaten Badung di Wantilan Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Legian (9/10/2026). (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Digitalisasi bantuan sosial (bansos) disambut antusias oleh masyarakat Bali. Kini, masyarakat yang hendak mengajukan permohonan tidak perlu lagi menghadapi prosedur yang rumit, melainkan cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Warga hadir untuk mendaftar langsung program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dilayani oleh pegawai Dinas Sosial Kabupaten Badung di Wantilan Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Legian, kemarin (9/10/2026).

​Dalam kegiatan Kunjungan Jurnalistik Pelaksanaan Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital, Muhdor,57, seorang guru honorer, mencoba mendaftar dengan harapan bisa mendapatkan bantuan sosial.

"Saya asli Jember tinggal di Bali cukup lama," terang Muhdor.

Ia telah 17 tahun menjadi guru honorer di SD dan juga mengajar ngaji. Ia menyampaikan bahwa pendaftaran Perlinsos dirasa cepat, meskipun sempat terkendala karena belum mengetahui nomor ID PLN yang menjadi salah satu syarat.

"Tadi belum muncul, kalau sudah tahu ID akan tahu layak apa tidak," ucapnya.

​Muhdor mengaku mengetahui informasi tersebut dari Lurah Legian dan tertarik untuk mendaftar. Selama ini yang ia ketahui bantuan hanya bisa diperoleh sesuai domisili asal, tetapi kali ini permohonan bantuan terbuka secara umum.

"Sebelumnya kan bantuan itu dapat dari tempat domisili. Tapi untuk umum bisa dari mana bisa ngajuin," terangnya.

​Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan bahwa dari kunjungan ini ditemukan warga yang sebelumnya belum pernah tersentuh bansos, tetapi melalui pendaftaran Perlinsos ternyata terverifikasi layak menerima bantuan.

"Ketika data akurat akhirnya mendapatkan ini program langsung. Caranya verifikasi paling lama 5 menit, rata-rata 2 menit," jelasnya.

​Meutya Hafid menjelaskan bahwa lewat portal Perlinsos akan ada integrasi data dari PLN, Kemensos, ATR/BPN, Korlantas, BPJS, serta instansi lain untuk menentukan pemohon layak atau tidak layak. "Akurasi digitalisasi bisa 100 persen. Tentu bertahap. Target 50 persen. Setelah itu diharapkan tidak ada data salah," terangnya.

​Target verifikasi data di Bali diproyeksikan selesai 100 persen dalam waktu empat bulan ke depan. Sebab, saat ini sudah ada 50,52 persen pendaftar dari total lebih dari 652 ribu KK di Provinsi Bali.

"Kalau masyarakat gotong royong peduli tetangga, 4 bulan PR 50 persen berhak se-Bali terpenuhi. Mudah-mudahan kalau makin cepat dan paham, tinggal berapa bulan lagi seluruh Bali berhak terbantu," kata Meutya.

​Di sisi lain, dua warga Legian menyampaikan testimoni pengajuan bantuan melalui portal Perlinsos di hadapan Menteri Komdigi, yaitu Ni Ketut Sri Mulyani dan Nyoman Wati.

Sri Mulyani, warga Legian Kelod yang sebelumnya pernah menerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), mengaku kaget dengan cepatnya proses pengajuan bansos saat ini. "Cepat, tidak kayak dulu. Dibantu agen," terangnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
perlinsos kemensos Kunjungan Jurnalistik akurasi data bantuan sosial Menkomdigi Meutya Hafid