DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Warga di Bali mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Ironisnya, antrean panjang kini merambah hingga ke pedagang Pertamini dan bensin eceran di warung-warung.
Kondisi tersebut salah satunya dirasakan oleh warga di kawasan Pesiapan, Tabanan. Ia mengaku terpaksa mengantre di pedagang eceran lantaran pasokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) habis.
"Bukan antre di SPBU tapi Pertamini karena SPBU kosong," ungkap narasumber yang enggan disebutkan namanya ini, Minggu (11/10).
Antrean tidak hanya dipadati oleh kendaraan roda dua, tetapi juga mobil. Bahkan, beberapa warga terlihat membeli BBM menggunakan galon.
"Pada beli curang pakai galon pula," cetusnya.
Ia menambahkan, sulitnya mendapatkan BBM sangat mengganggu aktivitas dan pekerjaannya sehari-hari. Warga merasa khawatir untuk berpergian jauh karena takut kehabisan bensin di tengah jalan.
"Gini terus sampai kapan dah bensinnya. Jadi tidak bisa kemana-mana jauh, khawatir tidak dapat bensin kalau keabisan di jalan," bebernya.
Dalam rilis pihak Pertamina pada Kamis, 8 Oktober lalu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa Pertamina terus memantau kondisi stok dan suplai di lapangan serta menyesuaikan pola distribusi sesuai kebutuhan wilayah Bali.
“Memang sebelumnya keterlambatan pasokan Pertalite. Namun, pasokan telah tiba pada 7 Oktober dan kami terus melakukan pengaturan suplai untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah Bali. Selanjutnya, pasokan berikutnya dijadwalkan tiba pada 11 Oktober 2026,” jelas Ahad dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus mengupayakan percepatan pemulihan distribusi dengan mengoptimalkan pengaturan stok, kesiapan sarana fasilitas, serta koordinasi operasional agar pelayanan kepada masyarakat segera normal kembali.
“Kami akan terus mengupayakan percepatan recovery suplai dan melakukan evaluasi secara berkala agar kondisi ketersediaan BBM dapat segera kembali normal. Kami juga memastikan kesiapan operasional untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Ahad.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com