Bali Krisis BBM, Antrean Panjang hingga Picu Kepanikan, Koster Panggil Pertamina dan Hiswana Migas

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:15 WIB
BBM KOSONG: Satu dainatara sejumlah SPBU di Jalan Hangtuah Sanur Kaja ini tak melayani konsumen lantaran kehabisan stok Pertalite dan Pertamax. (MIFTAHUDDIN/radarbali./id)
BBM KOSONG: Satu dainatara sejumlah SPBU di Jalan Hangtuah Sanur Kaja ini tak melayani konsumen lantaran kehabisan stok Pertalite dan Pertamax. (MIFTAHUDDIN/radarbali./id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Bali sedang mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini menyebabkan banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tutup akibat kekosongan stok.

Imbasnya, antrean panjang warga yang kesulitan mendapatkan BBM bahkan mengular hingga ke tingkat pedagang eceran atau Pertamini. 

Gubernur Bali Wayan Koster mengambil langkah cepat dengan memanggil perwakilan Pertamina dan Hiswana Migas Bali pada pukul 11.00. Gubernur Koster memastikan,  kapal pengangkut BBM dari Pertamina telah bersandar di Bali pada Minggu kemarin.

"Hari ini mulai didistribusikan ke seluruh pelosok Bali, sehingga pada sore ini masalah pasokan BBM sudah bisa diatasi," jelasnya. 

SEMAKIN PARAH: Antrean melingkar dan mengular di SPBU Jalan Kamboja Kreneng Denpasar, pengendara terpaksa antre ditengah terik lantaran motor kosong. (MIFTAHUDDIN HALIM/radarbali.id)
SEMAKIN PARAH: Antrean melingkar dan mengular di SPBU Jalan Kamboja Kreneng Denpasar, pengendara terpaksa antre ditengah terik lantaran motor kosong. (MIFTAHUDDIN HALIM/radarbali.id)

 

Ia juga memastikan akan ada tambahan kapal pengangkut BBM yang tiba pada Selasa besok, sehingga pasokan di seluruh SPBU dipastikan segera kembali normal.

Kekhawatiran masyarakat ini juga menjadi sorotan Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Kusuma Kelakan alias Alit Kelakan. Sebagai mitra kerja, ia terus memantau dan berkoordinasi dengan Pertamina terkait distribusi BBM di Bali.

Politikus PDI Perjuangan ini membeberkan dari koordinasi dengan Pertamina krisis terjadi murni akibat lonjakan konsumsi. "Hasil koordinasi saya dengan Pertamina, antrean yang terjadi di Denpasar dan Badung disebabkan oleh peningkatan konsumsi Pertalite di masyarakat saat ini, sehingga menggerus stok di SPBU," terang Alit Kelakan. 

Untuk menangani permasalahan ini, Pertamina menjamin akan semaksimal mungkin mengatur pembagian suplai agar penyaluran ke SPBU tidak terputus setiap harinya.

Langkah pemulihan (recovery) suplai langsung dilakukan seiring bertambahnya stok di Terminal BBM Manggis (Karangasem) dan Pesanggaran. Diketahui, kapal yang bersandar di Terminal BBM Manggis membawa pasokan sebanyak 17.000 kiloliter dan Pertamax 2.500 kiloliter.

Saat ini, Terminal BBM Manggis beroperasi penuh selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan penyaluran ke seluruh wilayah Bali. Armada mobil tangki dari Manggis juga telah dikerahkan secara masif untuk mendistribusikan produk Pertalite dan Pertamax guna memecah antrean, salah satunya pasokan yang diarahkan ke SPBU Sanggulan dan dilaporkan telah tiba di SPBU Den Kayu.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Antrean BBM sampai menglar stok bbm pertamina gubernur koster