Atasi Krisis BBM Bali dengan Pasokan Sanggaran dan Manggis, DPR RI Ultimatum Pertamina

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:56 WIB
GERUDUK PERTAMINA: Anggota DPR RI I Gusti Ngurah Kusuma Kelakan mendatangi kantor PT Pertamina di Jalan Sugianyar, Denpasar. Politisi PDIP ini minta krisis BBM di Bali segera diatasi. (ist/radarbali.id)
GERUDUK PERTAMINA: Anggota DPR RI I Gusti Ngurah Kusuma Kelakan mendatangi kantor PT Pertamina di Jalan Sugianyar, Denpasar. Politisi PDIP ini minta krisis BBM di Bali segera diatasi. (ist/radarbali.id)

 

Jika Kelangkaan Masih Berlanjut, Dipastikan Ada Human Error

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Anggota DPR RI I Gusti Ngurah Kusuma Kelakan mendatangi kantor PT Pertamina di Jalan Sugianyar, Denpasar, untuk menanyakan persoalan krisis bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, tidak hanya Pertalite yang merupakan bensin subsidi yang mengalami kekosongan stok, tetapi juga bensin non-subsidi seperti Pertamax. Sebagai mitra, Anggota Komisi VI yang akrab disapa Alit Kelakan itu datang bertanya langsung pada Selasa (13/10) pagi.

Menurutnya, fakta di lapangan tidak sesuai dengan hasil koordinasi dan laporan ketersediaan yang diberikan Pertamina. ”Di permukaan aman-aman, di fakta lapangan tidak aman. Makanya saya datang ke sini untuk jelas, tidak bisa bicara angka stok aman tetapi fakta lapangan bermasalah,” terang Alit Kelakan usai bertemu dengan pihak Pertamina yang diwakili oleh Sales Area Manager, Alam Kanda W.

Alit Kelakan meyakini permasalahan kelangkaan akan berangsur pulih, khususnya untuk BBM jenis Pertalite, karena terdapat stok 1.200 kiloliter di Fuel Terminal Sanggaran. Sebanyak 27 truk dikerahkan untuk mendistribusikan stok 1.200 kiloliter tersebut ke SPBU di Badung, Tabanan, dan Denpasar yang mengalami antrean panjang.

Kemudian, tambahan pasokan sebesar 10.300 kiloliter dari Integrated Terminal Manggis dengan 74 armada kendaraan juga dikerahkan secara langsung. Alit Kelakan meminta agar pihak Pertamina tidak membuang waktu dalam pendistribusian karena masyarakat sudah menjerit. 

“Sudah bersedia mengerahkan semua. 11 ribu lebih kiloliter saya rasa satu hari atau dua hari tidak antre. Kalau ini dijalankan. Saya harap komitmennya,” jelasnya.

Terkait ketersediaan pasokan berikutnya, pada Kamis mendatang akan masuk tambahan sebanyak 3.000 kiloliter di Fuel Terminal Sanggaran, serta sebanyak 26.000 kiloliter di Integrated Terminal Manggis yang dijadwalkan datang pada hari Sabtu. Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, jika distribusi berjalan sesuai dengan skema, ketersediaan BBM dipastikan aman dalam satu sampai dua hari ke depan. Namun, jika sampai krisis BBM masih berlanjut, ia memastikan bahwa hal tersebut murni kesalahan operasional Pertamina.

”Hitungannya Pertalite per hari itu riil 2.200 kiloliter per hari. Dengan ada itu aman. Itu jangka pendek, jangan sampai terulang lagi. Kalau terulang lagi dipastikan human error, Pertamina tidak bekerja,” sentil Alit Kelakan.

Menanggapi polemik tersebut, Alam berdalih bahwa pihaknya telah berupaya maksimal dengan mengoperasikan armada mobil tangki selama 24 jam penuh. Ia menyebutkan bahwa kelangkaan BBM yang terjadi turut dipicu lonjakan konsumsi.

“Di saat masyarakat tahu kapal sudah datang, stok SPBU datang, mulai mereka antre karena berapa hari sebelumnya tidak terpenuhi kebutuhan itu,” kata Alam selaku Sales Area Manage  Patra Niaga Bali

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa suplai BBM tambahan melalui kapal sandar akan segera masuk guna menambah ketersediaan di Denpasar dan Badung. Distribusi prioritas untuk wilayah Badung, Denpasar, dan Tabanan akan ditingkatkan. Pasokan yang awalnya hanya difokuskan dari Integrated Terminal Manggis, kini akan dilayani dari dua titik sekaligus, yaitu Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis.

”Kenapa Sanggaran, karena jarak dekat posisinya tidak jauh seperti Manggis. Sehingga bolak-balik cepat,” jelasnya. Dengan suplai langsung dari Fuel Terminal Sanggaran ini diyakini akan mempercepat pemulihan stok BBM di berbagai SPBU yang terdampak.***

 

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
DPR RI Ultimatum Pertamina antrean panjang di SPBU kelangkaan bbm alit kelakan