BBM Langka, Penumpang Trans Metro Dewata Meningkat Signifikan

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:51 WIB
DAMPAK KRISIS: Kelangkaan BBM memicu peningkatan pengguna angkutan publik trans metro dewata (TMD). (miftahuddin halim/radarbali.id)
DAMPAK KRISIS: Kelangkaan BBM memicu peningkatan pengguna angkutan publik trans metro dewata (TMD). (miftahuddin halim/radarbali.id)
 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com  – Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Bali membuat masyarakat kini beralih ke transportasi umum.

Hal ini memicu peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Manajer Operasional PT Satria Trans Jaya, Ida Bagus Eka Budi, mengungkapka  dalam tiga hari terakhir, rata-rata jumlah penumpang harian melebihi angka normal.

Pada Minggu (11/10), tercatat sebanyak 5.865 penumpang, kemudian pada Senin (12/10) menjadi 5.710 penumpang, dan melonjak menembus 6.501 orang pada Selasa (13/10). "Ada kenaikan jumlah pengguna sebesar 791 orang atau kurang lebih 14 persen pada hari Selasa dibandingkan hari Senin," kata Gus Eka saat dihubungi pada Rabu (14/10).

Ia menambahkan, rata-rata jumlah penumpang pada periode 1–10 Oktober adalah sebanyak 5.645 orang per hari. Angka ini meningkat saat kelangkaan BBM mulai terjadi (11–13 Oktober), di mana rata-rata penumpang harian mencapai 6.025 orang.

"Ada kenaikan jumlah pengguna rata-rata harian saat kelangkaan BBM (11-13 Oktober) dibandingkan periode awal bulan (1-10 Oktober) sebesar 380 orang, atau kurang lebih 7 persen," terangnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, menerangkan bahwa jumlah bus yang beroperasi saat ini mencapai 79 unit. Armada tersebut terdiri dari 69 bus Trans Metro Dewata (TMD) dan 10 bus Trans Sarbagita. Ia mengakui transportasi umum kini menjadi alternatif utama bagi masyarakat.

"Ya, memang menjadi alternatif. Tapi, kami menggunakan basis kontrak, tentu kami melayani secara maksimal sesuai yang sudah dijanjikan dan menyesuaikan ketersediaan anggaran. Bus TMD beroperasi 69 unit dengan 6 unit cadangan, sementara Sarbagita 10 unit," terang Mudarta.

Di tengah kondisi krisis BBM ini, Mudarta juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib saat mengantre di SPBU dan tidak sampai menutup badan jalan.

"Berikan ruang kepada pengguna jalan lain agar aktivitas mereka tidak terganggu. Kami memahami bahwa di beberapa tempat terjadi antrean panjang, namun kami memohon agar masyarakat tetap mempertimbangkan kelancaran aktivitas orang lain," harapnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Dampak Krisis BBM di Bali angkutan umum TMD Trans Metro Dewata