Jiran SPA Canggu Berdarah, Cekcok Pintu Rolling Door Berujung Maut, Pekerja Tusuk Pekerja

andre suilla • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 19:26 WIB
TKP: Rikardus Juwandi, 26, meninggal dunia setelah diduga, Pelaku rekan kerjanya di Jinar SPA, Jalan Batu Belig, Canggu, Kuta Utara, Badung, bernama Arif, 26, diamankan, Senin (19/10/2026).(ist/radarbali.id)
TKP: Rikardus Juwandi, 26, meninggal dunia setelah diduga, Pelaku rekan kerjanya di Jinar SPA, Jalan Batu Belig, Canggu, Kuta Utara, Badung, bernama Arif, 26, diamankan, Senin (19/10/2026).(ist/radarbali.id)

 

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Cekcok di tempat kerja berujung maut. Rikardus Juwandi, 26, pekerja asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia setelah diduga ditusuk rekan kerjanya di Jinar SPA, Jalan Batu Belig, Canggu, Kuta Utara, Badung.

Peristiwa berdarah yang terjadi pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 19.00 itu diduga dipicu persoalan kerusakan pintu rolling door tempat usaha tersebut.

Berdasarkan penuturan keluarga, perselisihan bermula ketika terduga pelaku bernama Arif, 26, yang disebut merupakan rekan kerja korban, datang dalam kondisi mabuk saat mengetahui pintu rolling door rusak.

Saat itu korban menyapa sekaligus menanyakan kondisi rekannya tersebut. Namun, pertanyaan itu diduga membuat Arif tersinggung hingga keduanya terlibat adu mulut yang berlanjut menjadi perkelahian.

Agustinus Namin, 32, kakak kandung korban yang mewakili keluarga, mengaku sempat berusaha melerai pertikaian tersebut. Setelah keributan mereda, situasi sempat dianggap kondusif.

Namun, kondisi itu ternyata tidak berlangsung lama. Menurut Agustinus, terduga pelaku tiba-tiba menyerang korban dari belakang menggunakan benda tajam yang disebut berupa obeng.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka hingga mengeluarkan darah. Kondisinya kemudian terus melemah sebelum akhirnya roboh dan tidak sadarkan diri.

Melihat kondisi korban, keluarga bersama orang-orang di lokasi segera membawanya ke klinik untuk mendapatkan pertolongan awal. Karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut,

Rikardus kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Garba Med, Kerobokan.

Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak membuahkan hasil. Agustinus menuturkan, adiknya meninggal dunia sekitar tengah malam setelah menjalani penanganan medis.

Jenazah Rikardus selanjutnya dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Di tengah duka kehilangan anggota keluarga, pihak keluarga berharap jenazah dapat segera dipulangkan ke kampung halaman untuk disemayamkan. Agustinus mengatakan, keluarga telah merencanakan pemulangan jenazah pada Selasa (20/10). Karena itu, mereka berharap permohonan agar tidak dilakukan autopsi dapat dipertimbangkan oleh pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku. 

Pihak keluarga ingin mengirim pulang jenazah saudara untuk disemayamkan di kampung halaman. “Kami berharap polisi bisa mengabulkan permohonan tersebut dan mengeluarkan surat yang diperlukan. Sebab, tiket penerbangan untuk Selasa besok (20/10) sudah dibeli,” ujar Agustinus saat ditemu di Denpasar, Senin (19/10).

Meski demikian, keluarga tetap berharap penanganan kasus dugaan penusukan tersebut berjalan hingga tuntas. 

Mereka meminta aparat kepolisian mengusut peristiwa yang merenggut nyawa Rikardus dan memproses pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

Selain itu, keluarga turut mempertanyakan penanganan tempat kejadian perkara (TKP), termasuk alasan lokasi kejadian disebut belum dipasangi garis polisi (police line). 

Pertanyaan tersebut diharapkan dapat memperoleh penjelasan dari pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, terduga pelaku telah diamankan di Polsek Kuta Utara. Namun, kronologi lengkap kejadian, status hukum terduga pelaku, serta penanganan TKP masih menunggu keterangan resmi kepolisian.

Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Sementara (PS) Kasubsi Penerangan Masyarakat (Penmas) Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, S.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Namun, pihaknya belum membeberkan secara terperinci kronologi kejadian maupun identitas pihak-pihak yang terlibat karena kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

“Nanti akan dirilis oleh pimpinan kami, Bapak Kapolres,” ujarnya singkat.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Jinar SPA Jalan Batu Belig Insiden Rolling Door canggu Peristiwa berdarah