DENPASAR - Paranormal kondang asal Bali Jero Bayu Gendeng mengingatkan agar masyarakat mewaspadai penipuan oleh para investor di tahun 2022. Selain itu dia juga mengingatkan sejumlah potensi bencana yang akan ada. Entah itu di air maupun udara.
Ditemui di Denpasar, Minggu (9/1/2022), Bayu Gendeng mengatakan bahwa prediksi ini dihasilkan dari metode prediksi Tenung Bayu Gana. Dikatakan, metode itu adalah gabungan dari semua teknik ramalan yang ada.
Dijelaskannya, dari unsur angka, 2022 memiliki tiga angka kembar. Angka 222 bisa dikatakan angka air.
"222 memasuki shio macan, karakter macan mempengaruhi sekali di tahun ini. Dari perjumlahan angka di 2022 itu juga menggambarkan elemen air yang cukup besar.
Penggabungannya juga itu menggambarkan angka logam atau angka keuangan atau angka materi. Nah, kalau kita mulai tahun 2022 berdasarkan Masehi digabungkan tahun Saka yaitu jatuhnya pada 1943 itu akan memunculkan angka2 yang disebut angka tenung Bayu Gana," jelasnya.
Dijelaskannya, bahwa uniknya tahun 2022 ini dimulai dengan malam yang tergelap. Atau di Bali diistilahkan dengan tilem. Pada saat itu adalah siwaratri sasih kapitu. Di mana artinya setelah terjadi kegelapan di tahun sebelumnya, kita akan mendapatkan hal baik ke depannya.
Lalu yang dimaksud dengan sasih kapitu menurut Bayu Gendeng, di mana di tahun 2022, secara prediksi akan banyak pertolongan dan solusi untuk mengatasi kegelapan di tahun lalu.
Yang perlu diwaspadai bahwa, karena di sini ada hitungan angka materi, artinya akan banyak hal-hal yang akan berhubungan dengan materi yang akan terjadi. Baik itu sisi negatif maupun positif. Artinya adanya kebangkitan dari sektor ekonomi. Tetapi kelemahannya akan banyak penipuan keuangan.
"Bentuk janji-janji investor yang ternyata perlu diwaspadai adanya penipuan tersebut. Begitu juga dengan adanya uang haram atau uang jebakan yang nampak mengalir seperti air. Nampak tenang, tetapi ada macan di dalamnya. Itu perlu diwaspadai," jelasnya.
Terkait hal itu, bulan-bulan yang perlu diwaspadai adalah bulan ketiga, keempat, bulan kelima, bulan keenam, bulan sembilan dan sebelas. Sedangkan bulan-bulan yang bagus untuk memulai bisnis adalah bulan dua, bulan lima, bulan enam dan tujuh. Karena di bulan tersebut adalah bulan-bulan materi yang berlimpah.
Kendati demikian, Bayu Gendeng memperingatkan agar tetap waspada karena adanya sifat macan air yang mengintai. Sehingga para pembisnis disarankan untuk jangan terlalu berspekulasi secara besar-besaran.
Lanjut dia, dari sisi wewaran, diawali dengan hitungan saptawara yaitu saniscara dengan jumlah 9 dan pancawara Paing dengan jumlah 9 lalu menghasilkan angka 18.
Hal itu kata dia akan banyak terjadi adu kekuasaan, adu kebijakan dan kewibawaan. Itu bisa terjadi di pemerintahan, maupun perusahaan yang akan nampak lebih nyata diari tahun sebelumnya.Jadi tidak hanya di dunia politik saja.
"Namun tampak lebih tenang, tetapi ada api di dalam sekam. Sedangkan bencana yang perlu diwaspadai adalah ada unsur air dini. Dan sepertinya ada kewaspadaan di transportasi udara dan air. Namun berkat taksu Bali, semuanya a masih bisa diatasi. Nah, untuk alam, karena di sini adalah simbolnya angka 9 +9 perlu diwaspadai Di Bali Selatan dan Bali Timur," pungkasnya.
Editor : Yoyo Raharyo