BANGLI, Radarbali.id-Menjelang liburan Natal dan tahun baru (Nataru) tingkat kunjungan ke desa wisata Penglipuran Kabupaten Bangli sudah mulai menunjukan peningkatan. Hal ini disampaikan oleh I Wayan Sumiarsa selaku Manager Desa Wisata Penglipuran, Minggu (22/12).
”Kunjungan sudah ada peningkatan per hari mencapai 3.000 orang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bali.
Lanjut dia, para wisatawan yang berkunjung masih didominasi oleh wisatawan domestik. Bahkan pengunjung dari kaum pelajar berasa di kisaran 50 persen. ”Pelajar ada di kisaran 50 persen dari total kunjungan per hari,” ujarnya.
Menyongsong liburan Nataru, pihak pengelola telah mulai menyiapkan beberapa langkah. Menejemen berkolaborasi dengan pihak desa, kepolisian dan TNI sudah. Selain itu, kolaborasi juga melibatkan pecalang dan beberapa masyarakat dalam pengaturan lalu lintas.
”Di samping itu juga kita juga telah menyiapkan posko kesehatan diperuntukan kepada wisatawan, menyediakan tempat atraksi baru yaitu di hutan bambu dimana wisatawan dapat menikmati keindahan hutan bambu dan mencoba kuliner di hutan bambunya kita,” lanjutnya.
Hutan bambu seluas 45 hektar ini dikembangkan sebagai alternatif. Wisatawan ditawarkan alternatif lain saat berkunjung ke desa wisata Penglipuran. Sumiarsa menyebut, langkah ini dilakukan agar tidak terjadi tumpukan di satu titik. ”Sekarang ini banyak wasatawan yang tertarik untuk menikmati keindahan dari hutan bambunya kita,” bebernya.
Baca Juga: Libur Sekolah, Objek Wisata Penglipuran dan Kintamani Jadi Favorit Pengunjung Domestik
Di areal hutan bambu seluas puluhan hektar ini, wisatawan bisa menikmati berbagai fasilitas. Seperti sensasi berjalan dinatas jembatan kayu yang terletak di tengah hutan bambu, lalu ada juga spot foto yang terbuat dari bahan bambu. ”Dan ada juga bambu kafe, di mana wisatawan dapat menikmati kuliner di dalamnya,” pungkasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera