Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

  Rangsang Minat Wisatawan, Anak-Anak Ngelawang di Hutan Bambu Desa Penglipuran, Ini Keseruannya

Marsellus Pampur • Senin, 30 Desember 2024 | 15:30 WIB

 

 

NGELAWANG: Kegiatan  pementasan Ngelawang di hutan bambu Desa Wisata Penglipuran.
NGELAWANG: Kegiatan pementasan Ngelawang di hutan bambu Desa Wisata Penglipuran.

BANGLI, Radarbali.id-Wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, Bangli kini bisa merasakan sensasi di area hutan bambu. Konsep hutan bambu ini sendiri juga memadukan harmonisasi budaya dan alam. Salah satu adalah pertunjukan ngelawang yang kerap dilakukan oleh anak-anak Desa Wisata Penglipuran.

 

I Wayan Sumiarsa, Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran mengatakan, pertunjukan Ngelawang ini adalah ritual tolak bala. Dimana anak-anak mengarak Barong Macan keliling desa serta diiringi alunan gamelan. Tradisi ini biasanya digelar saat Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai upaya mengusir roh jahat dan melindungi masyarakat dari wabah penyakit. 

 

”Kali ini, Ngelawang dipentaskan dalam suasana hutan bambu Penglipuran, memberikan nuansa magis dan autentik bagi para pengunjung,” katanya Minggu (29/12).

Dia menjelaskan, inisiatif ini bertujuan untuk menghibur wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda menyalurkan kreativitas mereka ke arah positif.  ”Dengan pementasan Ngelawang ini, diharapkan anak-anak muda dapat lebih mencintai dan melestarikan budaya leluhur, serta wisatawan mendapatkan pengalaman yang berbeda selama liburan akhir tahun,” ujarnya.

 Baca Juga: Marine Safari Bali Definisikan Ulang Wisata Bahari, Pengunjung Bisa Berinteraksi Bareng Hiu dan Aksi Lucu Lumba-Lumba

Selain itu, di hutan bambu tersebut  wisatawan juga diajak berpartisipasi dalam berbagai aktivitas budaya, seperti belajar menari dan memainkan alat musik tradisional. 

 

”Hal ini sejalan dengan upaya Desa Penglipuran untuk terus berinovasi dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, yang diharapkan berdampak positif pada pendapatan desa,” sambungnya.

 

 Dengan adanya pementasan Ngelawang di hutan bambu, Desa Wisata Penglipuran kini tidak hanya menawarkan keindahan alam dan arsitektur tradisional, tetapi juga kekayaan budaya yang hidup dan dapat dinikmati oleh semua kalangan. ***

Editor : Made Dwija Putera
#daya tarik wisatawan #hutan bambu #ngelawang #liburan nataru #Penglipuran