Menapak Jejak Peradaban Masa Lalu,  Desa Adat Batur Bangun Titik Nol "Batur Let"

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Rabu, 6 Mei 2026 | 07:45 WIB
PROSESI RITUAL DIMULAI : Upacara Ngeruwak Cihna Titik Nol Batur Let, Senin (4/5/2026)lalu. (istimewa)
PROSESI RITUAL DIMULAI : Upacara Ngeruwak Cihna Titik Nol Batur Let, Senin (4/5/2026)lalu. (istimewa)

Seratus tahun setelah peristiwa lahar panas Gunung Batur pada 1926, masyarakat Desa Adat Batur bersiap menghidupkan kembali memori kolektif leluhur mereka. Sebagai rangkaian peringatan Seratus Tahun Rarud Batur, sebuah penanda (Cihna) Titik Nol Batur Let resmi dibangun, diawali dengan upacara Ngeruwak pada Senin (4/5/2026).

TITIK  nol ini bukanlah lokasi biasa. Kawasan yang terletak di barat daya Gunung Batur, Bangli,  ini dulunya merupakan jantung peradaban, tepatnya lokasi eks Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu Batur sebelum letusan dahsyat seabad silam.

Baca Juga: Pendapatan Retribusi Kintamani Merosot Drastis, Jalur "Tikus" Jadi Biang Keladi

Proses Penentuan Lokasi yang Unik:

Baca Juga: Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Bhakti Penganyaran Pemkab Badung  

Pamucuk Desa Adat Batur, Jero Gede Duhuran Batur, menegaskan bahwa bangunan yang didirikan berupa palinggih padmasana dan bebaturan ini berfungsi sebagai media edukasi sejarah, bukan untuk membangun kembali pura dalam bentuk aslinya.

"Ini adalah penanda bahwa leluhur Batur pernah membangun peradaban agung di sana sebelum akhirnya 'diambil' oleh lahar seratus tahun lalu," ungkap sosok yang juga Pangemong Pura Ulun Danu Batur tersebut.

Puncak peringatan Seratus Tahun Rarud Batur sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2-8 Agustus 2026 mendatang dengan fokus pada pelestarian lingkungan dan pemajuan kebudayaan.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
peristiwa bersejarah kejadian khusus gunung batur ritual khusus