Sebuah video viral yang mempertanyakan kapasitas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah Shanti Mahottama—atau RSJ Bangli—dalam menangani pasien anak di bawah umur mendapat respons dari pihak manajemen. Ternyata, selama puluhan tahun, RSJ tertua di Bali ini telah memiliki layanan komprehensif yang menjangkau seluruh rentang usia, termasuk anak-anak dan remaja.
DALAM penuturannya Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSJ Bangli, I Wayan Darsana, menegaskan bahwa stigma RSJ hanya untuk orang dewasa dengan gangguan jiwa berat perlu diluruskan.
"Pelayanan kami mencakup promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Jadi tidak hanya untuk yang sakit, tapi yang sehat pun kami layani untuk digali minat dan bakatnya," ujar Darsana, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Kisah Petugas Disdukcapil Tabanan Menembus Batas Pelayanan Berburu Foto E-KTP hingga ke Rumah ODGJ
Pendekatan Khusus di Ruang Sahadewa
Terkait penanganan anak di bawah 18 tahun, RSJ Bangli memiliki fasilitas khusus di Ruang Sahadewa. Di sini, sarana dan prasarana dipisahkan total dari pasien dewasa demi kenyamanan dan keamanan pasien anak.
Luh Kiki Rindayati, Kepala Ruangan Anak dan Remaja, menjelaskan bahwa per Senin (18/5/2026), pihaknya tengah merawat lima pasien anak.
Mayoritas pasien anak yang ditangani selama ini berkaitan dengan retardasi mental, autisme, hingga gangguan psikotik.
Satu hal yang membedakan dengan rumah sakit umum adalah pola perawatannya. Jika di RS umum pasien dijaga keluarga, di Ruang Sahadewa, perawat mengambil peran penuh sebagai pengasuh.
"Mulai dari memandikan hingga mengajarkan cara makan yang benar, perawat kami yang menangani. Tujuannya jelas, agar saat pulang nanti, ada perubahan perilaku dan kemandirian yang dibawa si anak ke rumah," pungkas Kiki.[*]
Editor : Hari Puspita