Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Angka Konsumsi Ikan Masyarakatnya Masih Rendah, Begini Penjelasan Kadis PKP Bangli

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 22 Mei 2026 | 21:52 WIB
Ilustrasi konsumsi ikan Masyarakat. (gambar digital gemini radar bali)
Ilustrasi konsumsi ikan Masyarakat. (gambar digital gemini radar bali)

KINTAMANI, Radar Bali.id – Status Kabupaten Bangli sebagai salah satu daerah produsen utama ikan air tawar di Bali rupanya belum berbanding lurus dengan tingkat konsumsi masyarakatnya.

Meski Angka Konsumsi Ikan Masyarakat (KIM) di Bumi Sejuk ini terus merangkak naik setiap tahun, namun angkanya tercatat masih terbilang memble alias di bawah rata-rata Provinsi Bali dan nasional.

Baca Juga: Duh! Di Tabanan Minat Budidaya Ikan Air Tawar Tinggi, tapi Tersandung Harga Pakan Ikan Mahal

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, membeberkan data pergerakan KIM di wilayahnya. Pada tahun 2020, KIM Bangli berada di angka 15,38 kilogram per kapita per tahun. Angka ini perlahan naik hingga menyentuh 17,29 kilogram per kapita per tahun pada tahun 2025.

Sayangnya, grafik promosi itu belum mampu mengejar ketertinggalan. "Jika dibandingkan, angka KIM Provinsi Bali sudah mencapai 17,29 kilogram per kapita per tahun. Sementara di level nasional jauh lebih tinggi, yakni 26,04 kilogram per kapita per tahun," beber Sarma.

Sentralisasi Danau Kintamani Jadi Tantangan

Mengapa konsumsi ikan di daerah penghasil ikan justru rendah? Sarma tidak menampik adanya anomali tersebut. Menurutnya, kondisi ini dipicu karena potensi perikanan Bangli mayoritas ditopang oleh jenis ikan air tawar yang lokasinya tersentralisasi di kawasan danau, tepatnya di Kecamatan Kintamani. Distribusi dan kebiasaan konsumsi di kecamatan lain disinyalir belum merata.

"Oleh karena itu, kami tidak tinggal diam. Upaya genjot konsumsi terus kami lakukan melalui gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan)," terangnya.

Ikat Pinggang, Paket Stimulus Dipangkas

Namun, perjuangan mendongkrak minat makan ikan tahun ini dipastikan menemui jalan terjal. Pemerintah Kabupaten Bangli terpaksa harus mengencangkan ikat pinggang. Akibatnya, jumlah paket stimulus ikan yang dibagikan ke masyarakat merosot tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Jika tahun lalu Pemkab Bangli sukses menggelontorkan hingga 660 paket ikan sebagai stimulan, tahun ini jumlahnya dipangkas habis-habisan.

"Tahun ini hanya 100 paket ikan saja yang bisa dibagikan. Sasarannya kami prioritaskan untuk 54 anak sekolah tingkat SMP dan 46 paket sisanya untuk penanganan anak stunting. Pengurangan ini terjadi karena adanya efisiensi anggaran daerah," pungkas Sarma. [*]

Editor : Hari Puspita
#gizi masyarakat #kandungan gizi #kim #bangli #ikan air tawar