KINTAMANI, radarbali.id - Desa Wisata Penglipuran, Bangli, sejak dulu dan hingga saat ini masih menjadi salah satu tujuan wisata favorit wisatawan saat berkunjung ke Bali.
Meski demikian, menurut Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa promosi tetap menjadi sebuah keharusan. Hal ini dipelajarinya dari perusahaan-perusahaan besar.
”Promosi ini adalah penting untuk menyampaikan kepada publik, bahwa kami masih eksis. Bukan ingin menghambur-hamburkan uang,” jelasnya, Senin (25/05/2026).
Salah satu promosi yang dilakukan Desa Wisata Penglipuran, yakni dengan menggelar Penglipu RUN 2026 yang akan dilaksanakan pada Juni 2026 dengan tagline “Green Steps, Healthy Life”.
"Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang olah raga, tetapi juga menjadi media promosi wisata berbasis alam, budaya, dan gaya hidup sehat. Terutamanya memperkuat hutan bambunya kami,” terangnya.
Menurutnya, selama ini wisatawan lebih berfokus dengan kawasan permukiman warga Desa Wisata Penglipuran. Sementara hutan bambu tidak kalah indah. Sehingga melalui Penglipu RUN 2026, para peserta diajak mengelilingi seluruh kawasan Desa Wisata Penglipuran.
”Karena banyak wisatawan mancanegara yang ikut dalam kegiatan ini, mereka akan memberitahukan kepada teman-temannya tentang hal baru yang ada di Penglipuran,” ujarnya.
Untuk bisa mengikuti Penglipu RUN 2026, peserta hanya dikenakan biaya Rp150 ribu per orang. Nantinya, peserta akan mendapat baju, medali dan hadiah kejutan. ”Ini baru awal. Apakah akan menjadi gelaran tahunan, kami lihat nanti,” katanya.
Selain itu, Penglipuran Village Festival juga akan kembali menjadi salah satu agenda unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat citra Penglipuran sebagai desa wisata yang berbudaya, berkelanjutan, dan inklusif.
Melalui berbagai strategi promosi, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan event, serta pelestarian nilai budaya dan lingkungan, Desa Wisata Penglipuran berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
”Pengelola Desa Wisata Penglipuran tetap optimis dalam menjaga stabilitas kunjungan wisatawan,” tegasnya.
Editor : Djoko Heru Setiyawan