Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Truk Muatan Berat Diduga Jadi Biang Kerok, Jalan Yudistira Kintamani Benyah Latig di Masa Pemeliharaan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Rabu, 3 Juni 2026 | 05:40 WIB
BENYAH LATIG GEGARA TRUK: Ruas Jalan Yudistira, Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani yang alami kerusakan di masa pemeliharaa.(foto: dewa ayu pitri arisanti)
BENYAH LATIG GEGARA TRUK: Ruas Jalan Yudistira, Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani yang alami kerusakan di masa pemeliharaa.(foto: dewa ayu pitri arisanti)

KINTAMANI, Radar Bali.id – Ruas Jalan Yudistira di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, kini menjadi sorotan.

Jalan yang belum lama selesai diaspal total tersebut sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik. Melintasnya truk melebihi muatan diduga kuat menjadi biang kerok hancurnya fasilitas publik yang sebenarnya masih dalam masa pemeliharaan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa 2/6/2026, kerusakan berupa bergesernya lapisan aspal baru dari atas aspal lama. Kondisi ini membentuk rekahan-rekahan, baik skala kecil hingga besar yang sangat membahayakan para pengendara.

Baca Juga: Banyak Jalan Rusak, Satu Periode Tak Cukup untuk Perbaikan, DPRD Buleleng Dorong Kepala Daerah  Lobi Pusat dan Cari Sponsor

Sedikitnya terpantau ada lebih dari lima titik kerusakan serupa. Selain itu, terlihat pula bagian jalan tanpa garis putih yang tampak seperti bekas perbaikan atau pengaspalan ulang secara darurat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Bangli, Dewa Agung Putra Suryadarma, 53, saat dikonfirmasi pada Selasa (2/6/2026) pukul 10.00 Wita, mengungkapkan bahwa kerusakan dipicu oleh padatnya frekuensi truk bertonase besar yang melintas.

Baca Juga: Anggaran Cekak, Garap RKPD 2027, Pemkab Karangasem Butuh Rp1,84 Triliun untuk Bereskan Kemiskinan hingga Jalan Rusak

 Padahal, jalan tersebut dirancang dengan kapasitas maksimal hanya 8 ton.

”Sudah ada rambu di ujung jalan bahwa kendaraan truk bermuat material dilarang melintas,” terangnya.

Dewa Agung menambahkan, karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan, seluruh biaya perbaikan akan dibebankan kepada pihak rekanan. ”Dari pihak pelaksana siap untuk memperbaiki kembali. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk penertiban jalur tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Perbekel Bayung Gede, I Wayan Suarjaya, 45, memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, kerusakan bukan semata-mata karena truk bermuatan berat, melainkan karena kualitas aspal yang digunakan tidak merekat dengan sempurna.

Menurut Suarjaya, jika beban muatan yang menjadi alasan, semestinya kerusakan hanya terjadi pada jalur tanjakan. Kenyataannya, retakan juga ditemukan pada jalur datar.

”Sudah diperbaiki sampai 3 kali oleh rekanan, tapi kembali lagi terjadi retakan,” ungkap Suarjaya.

Ia sangat berharap perbaikan kali ini dilakukan secara maksimal. Mengingat, ruas jalan ini merupakan salah satu pintu masuk utama menuju destinasi wisata di Kintamani. Akibat kondisi jalan yang labil, tidak sedikit pengendara dari luar daerah yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.

”Kalau warga kami yang biasa melintas di sini tentu sudah tahu medannya, jadi bisa lebih berhati-hati. Sementara orang luar tidak tahu kondisinya. Apalagi pas masuk terlihat jalannya baru habis diaspal mulus, dikira sampai ujung kondisinya sama baiknya,” tandasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#tonase #infrastruktur #Kintamani Bangli #jalan rusak