Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Harga Bahan Baku Melejit, Perajin Jajan Galungan di Kintamani Akali Ukuran Kemasan hingga Naikkan Harga

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 16 Juni 2026 | 07:28 WIB
HARUS PINTAR MENYESUAIKAN DIRI : Ni Wayan Reni Asih penjual jajanan tradisional asal Desa Jehem, Kecamatan Tembuku saat berjualan di operasi pasar, Kecamatan Susut, Bangli. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)

 
HARUS PINTAR MENYESUAIKAN DIRI : Ni Wayan Reni Asih penjual jajanan tradisional asal Desa Jehem, Kecamatan Tembuku saat berjualan di operasi pasar, Kecamatan Susut, Bangli. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)  

Menjelang Hari Raya Galungan, geliat pemesanan jajanan tradisional Bali di kawasan Kintamani dan sekitarnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Meskipun para konsumen harus merogoh kocek sedikit lebih dalam lantaran harga bahan baku yang ikut terkerek naik, pesanan jajanan tradisional untuk kebutuhan hari raya ini terpantau sudah mulai membanjiri perajin sejak awal Juni 2026.

ADALAH Ni Wayan Reni Asih, 42, penjual jajanan tradisional asal Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli menuturkan, akibat hampir seluruh bahan baku pembuatan dan pengemasan jajanan tradisionalnya mengalami kenaikan harga.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Ini Cara Daftar Subsidi Tepat Pertamina untuk Beli Pertalite

Mau tak mau, dipaksa oleh keadaan, dia pun harus memutar otak. Langkah pahit pun diambil dengan turut menaikkan harga jual produk jajanannya agar tidak gulung tikar.

Baca Juga: Galungan di Depan Mata, Harga Bawang di Tabanan Meroket, Tomat Naik 40 Persen

Ia mencontohkan, jajan dodol yang sebelumnya dijual dengan harga Rp45 ribu per kilogram, kini terpaksa dinaikkan menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Baca Juga: Nah! Jelang Galungan Dekat, Harga Cabai Rawit di Karangasem Ngamuk Tembus Rp 90 Ribu

Begitu juga dengan jajan matahari yang biasanya dijual Rp10 ribu mendapatkan isi 10 buah, kini dengan harga yang sama hanya berisi 7 buah saja.

”Jajanan yang lainnya seperti pisang sale dan melinjo goreng agak kami perkecil ukuran kemasannya,” beber Reni Asih saat ditemui Wita, baru-baru ini.

Meski diterpa kenaikan harga, magnet penjualan jajanan tradisional buatannya ternyata tetap kuat dan terus mengalami peningkatan pesanan.

Bahkan, antrean pesanan yang masuk sudah terjadi sejak awal Juni lalu. ”Peningkatannya sekitar 50 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Reni Asih mengaku bersyukur karena sejauh ini dirinya tidak sampai mengalami penurunan laba yang drastis. Kendati demikian, ia menaruh harapan besar agar harga barang-barang kebutuhan pokok di pasar bisa segera turun dan kembali normal. Terutamanya harga plastik kemasan yang menurutnya mengalami pembengkakan harga cukup signifikan.

”Kalau dodol karena kemasannya menggunakan daun, jadi tidak terlalu naik harga jualnya. Tapi kalau jajan matahari, karena setiap satu buah harus dikemas plastik tersendiri, jadinya lumayan kenaikannya. Yang dulunya Rp10 ribu dapat 10 buah, sekarang hanya 7 buah saja,” tandasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#kebutuhan pokok #hari raya galungan #pedagang kecil #bangli