KINTAMANI, Radar Bali.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli masih harus berjibaku dengan sejumlah tantangan klasik dalam mengoptimalkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk).
Baca Juga: Kisah Petugas Disdukcapil Tabanan Menembus Batas Pelayanan Berburu Foto E-KTP hingga ke Rumah ODGJ
Hingga saat ini, keterbatasan alat perekam data biometrik dan kendala jaringan internet masih menjadi ganjalan utama di lapangan.
Baca Juga: Arus Balik Masih Mengalir, Disdukcapil Denpasar Lakukan Pendataan Duktang di Pelabuhan Benoa
Kepala Disdukcapil Bangli, Anak Agung Bintang Ari Sutari, 45, mengungkapkan bahwa jaringan internet yang stabil merupakan urat nadi pelayanan adminduk karena sistem harus terus terkoneksi dengan server pusat.
Kendala blank spot atau sinyal tidak stabil ini paling kerap ditemui saat petugas turun ke wilayah Kintamani. Selain internet, keterbatasan sarana prasarana dan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan tersendiri.
”Tetapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk memberikan pelayanan langsung ke desa-desa. Karena pelayanan kami juga ada yang bersifat online maupun massal dengan dibantu koordinasinya oleh pihak desa,” ujar Agung Bintang pada Senin, (22/6/2026).
Lebih lanjut diungkapkan, sarana vital seperti alat perekam—yang terdiri dari satu set perangkat kamera, komputer, pemindai sidik jari, hingga perekam tanda tangan—jumlahnya sangat terbatas. Saat ini, Disdukcapil Bangli hanya memiliki masing-masing satu set alat yang tersebar di Kantor Disdukcapil, Mal Pelayanan Publik (MPP), Kantor Camat Kintamani, dan untuk pelayanan keliling.
|
Lokasi Alat Perekam Adminduk |
Jumlah Fasilitas |
Keterangan |
|
Kantor Disdukcapil Bangli |
1 Set |
Beroperasi penuh |
|
Mal Pelayanan Publik (MPP) |
1 Set |
Beroperasi penuh |
|
Kantor Camat Kintamani |
1 Set |
Area rawan kendala jaringan |
|
Tim Pelayanan Keliling/Online |
1 Set |
Digunakan untuk jemput bola |
Padahal idealnya, seluruh kantor camat di Kabupaten Bangli memiliki alat perekam sendiri agar pelayanan ratusan jiwa penduduk bisa berjalan maksimal. ”Alangkah lebih bagusnya tiap desa juga punya dan dibarengi keberadaan SDM yang memadai. Itulah yang belum memungkinkan untuk kami di Bangli. Meski demikian, kami tetap berharap layanan Disdukcapil bisa terakses di seluruh Bangli lewat upaya jemput bola,” imbuhnya.
Di tengah keterbatasan fisik tersebut, Agung Bintang memastikan pelayanan adminduk bagi masyarakat tetap berjalan lancar, meski memakan waktu sedikit lebih lama. ”Misalnya, warga yang datang pagi hari, maka siang hari sudah bisa kami cetakkan adminduknya. Tapi bagi warga yang baru datang siang, dokumennya baru bisa dicetak keesokan harinya,” tandas mantan Camat ini. [*]
Editor : Hari Puspita