KINTAMANI, Radar Bali.id – Sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Bangli tampak gelap gulita tanpa penerangan di malam hari. Kondisi ini dikeluhkan warga karena rawan memicu kecelakaan.
Namun karena keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli tahun ini hanya mampu menganggarkan pengadaan belasan lampu penerangan jalan umum (LPJU) baru serta pemeliharaan untuk sejumlah LPJU yang rusak.
Baca Juga: Keren! 66 LPJU Berukir Segera Percantik Jalan Raya Perbatasan Klungkung-Gianyar
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli, I Made Mahindra Putra, pada hari Kamis, 25 Juni 2026 mengatakan, belum semua ruas jalan di Kabupaten Bangli memiliki penerangan yang memadai. Sejumlah usulan dari masyarakat pun telah masuk ke Pemkab Bangli untuk pengadaan LPJU baru. Hanya saja, belum semua permohonan tersebut dapat terealisasi lantaran keterbatasan anggaran.
”Usulan tidak terlalu banyak. Kami sesuaikan (pengadaan LPJU, Red) dengan kondisi fiskal saat ini,” terang Made Mahindra.
Tahun ini, Pemkab Bangli berencana melakukan pengadaan 11 unit LPJU hias. Belasan LPJU hias tersebut rencananya akan ditempatkan di ruas jalan utama menuju objek wisata andalan, yakni Desa Wisata Penglipuran. ”Anggarannya disiapkan sebesar Rp320 juta,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, gelapnya sejumlah ruas jalan di Bangli juga diakibatkan oleh banyaknya kerusakan pada LPJU yang sudah ada. Dengan total anggaran hampir Rp240 juta, pemeliharaan dan perbaikan akan dilakukan terhadap puluhan LPJU yang rusak sepanjang tahun 2026 ini.
Rincian perbaikan tersebut tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Bangli sebanyak 26 unit LPJU merkuri dan 23 unit LPJU LED; Kecamatan Susut sebanyak 5 unit LPJU merkuri; Kecamatan Tembuku sebanyak 7 unit LPJU merkuri; serta Kecamatan Kintamani sebanyak 15 unit LPJU merkuri dan 10 unit LPJU LED.
”Jumlah keseluruhan aset kami yakni 1.270 LPJU. Untuk LPJU yang baru, semua kondisinya baik. Sementara untuk LPJU yang lama, memang beberapa ada kondisinya yang kurang baik dan perlu perbaikan berkala,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita