Gedung Loka Crana Kabupaten Bangli yang mulanya diperuntukkan sebagai kios pedagang kain dan cenderamata, kini resmi berubah fungsi menjadi kompleks perkantoran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bangli. Kendati demikian, masih tersisa beberapa ruko dan kios yang belum termanfaatkan secara optimal.
BAGAIMANAPUN ruangan itu harus dimanfaatkan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Nasrudin menjelaskan, sisa ruangan kosong tersebut diperkirakan masih sanggup menampung satu instansi lagi.
Baca Juga: Usai Terbakar, Disperindag Hitung Anggaran Perbaikan Kios dan Los Pasar Bajera, Tabanan
Saat ini, sudah ada empat OPD dan satu perusahaan daerah yang memanfaatkan fasilitas tersebut, yakni Disperindag, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli, serta PT Bhukti Mukti Bhakti (BMB).
”Masih lumayan yang kosong. Cukup untuk satu kantor lagi,” terangnya.
Menanggapi kabar bahwasanya Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli berencana menempati ruang kosong tersebut, Nasrudin tidak menampiknya. Hanya saja, wacana itu sejauh ini baru disampaikan secara lisan.
”Untuk formalnya belum ada. Nanti Bapak Bupati yang memutuskan,” katanya.
Ia berharap seluruh kios yang ada dapat terisi penuh agar fasilitas publik tersebut berfungsi maksimal. Keterisian gedung juga berdampak langsung pada pemeliharaan berkala infrastruktur.
”Asetnya ada di Disperindag, sehingga pemeliharaannya di kami. Untuk kios-kios yang kosong, saat ini hanya dilakukan pembersihan di sekitarnya saja,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan Bangli, I Dewa Agung Putu Purnama membenarkan pihak internalnya sempat melakukan pemantauan kondisi fisik ruko tersebut. Namun hingga kini, Dishub Bangli belum memiliki rencana pasti untuk boyongan kantor.
”Seandainya nanti ada rehab gedung kantor kami, baru survei ke sana,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali