Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gedung Loka Crana Bangli Alih Fungsi Jadi Perkantoran OPD, Masih Ada Kios Kosong Siap Ditempati

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:22 WIB
SEPI SEKALI : Sejumlah kios kosong di Gedung Loka Crana, Kabupaten Bangli. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)
SEPI SEKALI : Sejumlah kios kosong di Gedung Loka Crana, Kabupaten Bangli. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)

Gedung Loka Crana Kabupaten Bangli yang mulanya diperuntukkan sebagai kios pedagang kain dan cenderamata, kini resmi berubah fungsi menjadi kompleks perkantoran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bangli. Kendati demikian, masih tersisa beberapa ruko dan kios yang belum termanfaatkan secara optimal.

BAGAIMANAPUN ruangan itu harus dimanfaatkan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Nasrudin menjelaskan, sisa ruangan kosong tersebut diperkirakan masih sanggup menampung satu instansi lagi.

Baca Juga: Usai Terbakar, Disperindag Hitung Anggaran Perbaikan Kios dan Los Pasar Bajera, Tabanan

Saat ini, sudah ada empat  OPD dan satu perusahaan daerah yang memanfaatkan fasilitas tersebut, yakni Disperindag, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli, serta PT Bhukti Mukti Bhakti (BMB).

”Masih lumayan yang kosong. Cukup untuk satu kantor lagi,” terangnya.

Menanggapi kabar bahwasanya Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli berencana menempati ruang kosong tersebut, Nasrudin tidak menampiknya. Hanya saja, wacana itu sejauh ini baru disampaikan secara lisan.

”Untuk formalnya belum ada. Nanti Bapak Bupati yang memutuskan,” katanya.

Ia berharap seluruh kios yang ada dapat terisi penuh agar fasilitas publik tersebut berfungsi maksimal. Keterisian gedung juga berdampak langsung pada pemeliharaan berkala infrastruktur.

”Asetnya ada di Disperindag, sehingga pemeliharaannya di kami. Untuk kios-kios yang kosong, saat ini hanya dilakukan pembersihan di sekitarnya saja,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan Bangli, I Dewa Agung Putu Purnama membenarkan pihak internalnya sempat melakukan pemantauan kondisi fisik ruko tersebut. Namun hingga kini, Dishub Bangli belum memiliki rencana pasti untuk boyongan kantor.

”Seandainya nanti ada rehab gedung kantor kami, baru survei ke sana,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
infrastruktur BRIDA bangli opd disperindag