KINTAMANI, Radar Bali.id - Wahana permainan perosotan di Alun-alun Bangli tak pernah sepi pengunjung. Sejak pagi, siang, sore, hingga malam hari, area ini selalu dijejali anak-anak.
Baca Juga: Menyandang Kabupaten Layak Anak, Arena Bermain di Tabanan Malah Rusak
Sayangnya, keceriaan tersebut dibayangi ancaman keselamatan. Salah satu perosotan di area bermain anak tersebut didapati berlubang cukup besar. Parahnya, di lokasi tidak terpasang rambu peringatan bahaya sama sekali.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya pada Rabu, 5/8/2026 membenarkan adanya kerusakan pada wahana bermain Alun-alun Bangli tersebut. Pihaknya mengaku sudah mengontak kontraktor untuk turun tangan melakukan perbaikan.
”Kami sudah hubungi rekanannya. Kemungkinan pihak rekanan mulai melakukan perbaikan pada esok hari (Kamis, 6/8/2026, Red) atau lagi dua hari,” ujar Ganda Wijaya saat ditemui sekitar pukul 11.30 Wita.
Ganda menyebutkan, kerusakan fasilitas wahana bermain bukan pertama kali terjadi. Oleh karena itu, DLH menyiagakan anggaran pemeliharaan rutin Alun-alun Bangli setiap tahunnya. Untuk tahun anggaran 2026, total dana pemeliharaan Alun-alun Bangli yang disiapkan berkisar Rp100 juta.
”Untuk pemeliharaan wahana bermain biasanya berkisar Rp5 juta sampai Rp7 juta. Yang banyak terserap itu untuk pemeliharaan kamar mandi, pompa air, food court, dan fasilitas umum lainnya,” paparnya.
Mengenai minimnya penanda bahaya di titik perosotan yang bolong, Ganda berkilah bahwa petugas sebetulnya kerap memasang barikade atau rambu. Namun, penanda tersebut sering hilang akibat ulah jahil pengunjung. ”Ketika kami memasang rambu, ada saja tangan-tangan usil yang melepasnya,” sesalnya.
Kondisi rawan ini menuai keprihatinan dari para orang tua. Gede Ari, 35, salah seorang pengunjung yang sedang mengasuh dua putrinya, mengaku kaget saat melihat lubang menganga di seluncuran tersebut.
”Saya tumben mengajak anak main ke sini. Jadi saya tidak tahu kalau ada lubang di perosotannya. Ini sangat berbahaya untuk anak kecil. Semoga segera diperbaiki secara permanen agar anak-anak bisa bermain dengan aman,” harap warga asal Kintamani ini. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali