Usai Semburan Belerang Bikin 37,1 Ton Ikan Mati, Merugi Rp 1,1 Miliar, Dinas PKP Tebar Ribuan Bibit di Danau Batur

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:03 WIB
TEBAR BENIH LAGI : Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli melakukan penebaran bibit ikan nilai di Danau Batur, Desa Kedisan, Kecamatan Kinatamani. (Foto: Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli)
TEBAR BENIH LAGI : Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli melakukan penebaran bibit ikan nilai di Danau Batur, Desa Kedisan, Kecamatan Kinatamani. (Foto: Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli)

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli menebar puluhan ribu bibit ikan nila di kawasan Danau Batur, Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, pada Kamis (13/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memulihkan populasi ikan serta menjaga keseimbangan ekosistem perairan usai dihantam fenomena tahunan semburan belerang.

SEPERTI  dituturkan  Kepala Bidang Perikanan Dinas PKP Bangli, I Wayan Agus Wirawan, 44, mengungkapkan bahwa Pemkab Bangli mengalokasikan pengadaan 30 ribu ekor bibit ikan pada APBD 2026 untuk perairan umum, dan seluruhnya kini telah rampung ditebar.

Baca Juga: Danau Batur Diterjang Semburan Belerang, Puluhan Ton Ikan Nila Mati Massal

”Anggaran kami untuk 30 ribu ekor sudah terealisasi semua. Penebaran dilakukan di Dermaga Kedisan sebanyak 10 ribu ekor, perairan Desa Bunutin Kintamani 2 ribu ekor, Bangun Lemah Kawan 4 ribu ekor, serta penebaran oleh yayasan di Danau Batur sebanyak 2 ribu ekor,” terang Agus Wirawan.

Program restocking ini juga difokuskan untuk memulihkan ekosistem Danau Batur pascamusibah semburan belerang yang terjadi sejak Senin (20/7/2026) sekitar pukul 03.30 Wita.

Fenomena alam tersebut mengakibatkan sedikitnya 37,1 ton ikan milik pembudidaya mati massal dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 1,113 miliar.

Agus menjelaskan, fenomena belerang ini biasa terjadi sepanjang bulan Juli hingga September. Durasi semburan sangat tergantung cuaca dan dapat berlangsung hingga 10 hari jika angin kencang serta suhu dingin bertahan lama.

Sebagian besar pembudidaya sebenarnya sudah paham dan memanen ikan lebih awal, namun sebagian pembudidaya yang bertindak sebagai pemasok rutin terpaksa tetap menyimpan stok di keramba.

”Kami berharap semburan belerang segera berhenti total sehingga kerugian yang dialami para pembudidaya tidak semakin membengkak,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
benih ikan ikan mati Danau Batur