Keren! Stop Kasus Putus Sekolah Lantaran Kendala Transportasi, Dishub Bangli Usulkan Penambahan Tr

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:25 WIB
JEMPUT SISWA: Armada angkutan perintis Kabupaten Bangli yang siap jemput siswa karena kendala tarnsportasi. (DEWA AYU PITRI ARISANTI/radarbali.id)
JEMPUT SISWA: Armada angkutan perintis Kabupaten Bangli yang siap jemput siswa karena kendala tarnsportasi. (DEWA AYU PITRI ARISANTI/radarbali.id)

 

KINTAMANI, radarbali.jawapos.com - Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli mengusulkan penambahan trayek layanan angkutan perintis ke pemerintah pusat. Penambahan trayek itu berdasarkan permohonan dari pihak Desa Subaya, Kintamani agar anak-anak di desa tersebut dapat dilayani angkutan perintis guna mempermudah akses menuju dan pulang sekolah.

Kabid Angkutan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli, Sang Putu Surata mengungkapkan sulitnya akses menuju sekolah salah satu penyebab sejumlah anak di Kabupaten Bangli memilih putus sekolah.

Di antaranya ada Desa Subaya, Kecamatan Kintamani dengan geografisnya cukup menantang. Oleh karena itu, Kepala Desa setempat memohon adanya layanan angkutan yang melayani anak-anak di desa tersebut untuk menuju dan pulang sekolah.

Setidaknya ada sekitar 48 anak Desa Subaya bersekolah di SMP Negeri 7 Kintamani yang dikabarkan membutuhkan layanan angkutan.

”Kondisi geografis di Desa Subaya cukup menantang sehingga ada usulan dari Kepala Desa Subaya untuk mengakomodasi agar anak-anak di Subaya mendapat layanan transportasi agar lancar sekolah. Anak-anak di sana PP (pulang-pergi atau tidak ngekost, Red),” terangnya.

Permohonan itu telah diproses Dishub Bangli untuk dibuatkan kajian dan usulan ke Kementerian Perhubungan. Besar harapannya usulan itu dapat diterima tahun ini sehingga dapat direalisasikan tahun 2027 mendatang.

”Tahun 2021, kami sudah memiliki kajian untuk pengadaan Angkutan Siswa Gratis. Karena keterbatasan anggaran APBD, sampai sekarang belum kami laksanakan. Makanya kami mencari sumber dana ke pusat,” jelasnya.

Selain Desa Subaya, menurutnya ada desa lainnya yang membutuhkan layanan angkutan perintis ini. Sehingga dia akan secara bertahap mengusulkannya ke pemerintah pusat. ”Seperti Desa Siyakin, Pinggan, itu akan kami usulkan secara bertahap,” ungkapnya.

Untuk diketahui, trayek angkutan perintis di Kabupaten Bangli saat ini, yakni Bangli-Ulundanu, Bangli-Suter, Bangli-Catur, Bangli-Penarukan, dan Trunyan-Bayung Gede-Tenten. Rute tersebut merupakan kawasan yang jarang tersentuh layanan transportasi umum.

Adapun untuk tarif bervariasi tergantung trayek, yakni berkisar Rp2.500 per orang pelajar dan untuk umum mulai Rp5 ribu-Rp10 ribu per orang.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Dinas Perhubungan Bangl Kasus Putus Sekolah layanan angkutan