KINTAMANI, Radar Bali.id – Kondisi dua bayi perempuan yang ditemukan terlantar di Jalan Raya Catur, Kecamatan Kintamani, dan sempat menjalani perawatan medis intensif di RSUD Bangli sejak Sabtu (19/9/2026) kini telah membaik secara signifikan.
Baca Juga: Alami Gangguan Kepala, Bayi Telantar Itu Dirujuk ke RSUP Sanglah
Oleh karenanya,Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Bangli resmi menyerahkan perawatan kedua bayi tersebut kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali pada Selasa (22/9/2026).
Humas RSUD Bangli, Sang Kompyang Ari Wijaya, saat dikonfirmasi pada Selasa (22/9/2026) mengungkapkan bahwa Dinsos P3A Kabupaten Bangli bersama jajaran Polres Bangli pertama kali membawa dua bayi perempuan tersebut ke IGD RSUD Bangli pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 21.48 Wita.
Saat tiba di IGD, Bayi 1 diperkirakan baru berusia sekitar 12 hari (kelahiran September 2026), begitu pula dengan Bayi 2. ”Kondisi saat tiba di IGD sudah ada tanda-tanda perawatan, berupa bantal dan susu. Kondisi fisik sempat kekuningan dengan berat badan Bayi 1 sekitar 3,5 kilogram dan Bayi 2 sekitar 3,2 kilogram. Sementara saturasi oksigen Bayi 1 berada di angka 96 persen dan Bayi 2 sekitar 98 persen. Tidak ada tanda-tanda sesak,” jelasnya.
Setelah beberapa hari menjalani perawatan medis, kondisi kedua bayi perempuan tersebut kian membaik dan stabil hingga dinyatakan boleh pulang. Pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, pihak Dinsos P3A Kabupaten Bangli menjemput kedua bayi malang tersebut dari rumah sakit.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Bangli, I Wayan Jimat, saat ditemui di kantornya membenarkan adanya penemuan dua bayi terlantar tersebut. Namun, petugas yang mengetahui kronologi lengkap penemuan masih berada di Denpasar untuk mengurus proses penyerahan ke Pemprov Bali.
”Kemarin (21/9/2026), kami diinformasikan pihak rumah sakit bila kondisi kedua bayi itu sudah membaik dan stabil sehingga kami jemput hari ini, Selasa (22/9/2026). Kemudian kami serahkan ke Pemprov Bali. Nanti Pemprov Bali yang akan menentukan bayi ini akan dirawat di yayasan mana,” paparnya.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP Ngakan Ketut Erawan Paramita, belum bisa memberikan penjelasan detail mengenai penyelidikan pelaku pembuangan bayi tersebut. ”Nanti kami akan rilis,” tandasnya singkat. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali