Petani di Bangli Minta Program Irigasi Berlanjut, Aliran Air Lancar, Target Panen 2 Kali Setahun

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 4 November 2026 | 05:06 WIB
LANCAR: Lokasi jalur proyek perbaikan irigas di Subak Manuk, Tampuagan, Aya, Pembungan, Bangbanglet, Uma Selat, Tembuku, Bekutel, dan Apuan Kabupaten Bangli, Bali. (m.ridwan/radarbali.id)
LANCAR: Lokasi jalur proyek perbaikan irigas di Subak Manuk, Tampuagan, Aya, Pembungan, Bangbanglet, Uma Selat, Tembuku, Bekutel, dan Apuan Kabupaten Bangli, Bali. (m.ridwan/radarbali.id)

BANGLI, radarbali.id — Program rehabilitasi jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Bangli, Bali, menuai apresiasi luas dari kalangan petani.

Infrastruktur pengairan yang sebelumnya rusak akibat longsor dan gerusan air kini kembali berfungsi optimal, mendongkrak debit air, serta memulihkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Proyek strategis nasional ini merupakan bagian dari Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi Kewenangan Pemerintah Daerah Wilayah Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Paket 1 Tahun Anggaran 2025. Dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp134 miliar yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero), proyek ini menjangkau tujuh kabupaten di Provinsi Bali.

Yakni Klungkung, Gianyar, Bangli, Badung, Tabanan, Buleleng, dan Jembrana, guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Khusus di Kabupaten Bangli, intervensi pemerintah dipusatkan pada sembilan titik krusial dengan total panjang penanganan mencapai 7.635 meter.

Lokasi tersebut meliputi Subak Manuk, Tampuagan, Aya, Pembungan, Bangbanglet, Uma Selat, Tembuku, Bekutel, dan Apuan.

BANTAH ISU MIRING: Para Kelian Subak Manuk, Tampuagan, Aya, Pembungan, Bangbanglet, Uma Selat, Tembuku, Bekutel, dan Apuan di Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli, Bangli merasakan manfaat perbaikan irigasi hingga menarget panen dua kali setahun. (m.ridwan/radarbali.id)
BANTAH ISU MIRING: Para Kelian Subak Manuk, Tampuagan, Aya, Pembungan, Bangbanglet, Uma Selat, Tembuku, Bekutel, dan Apuan di Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli, Bangli merasakan manfaat perbaikan irigasi hingga menarget panen dua kali setahun. (m.ridwan/radarbali.id)

 

Pulihkan Produktivitas Pertanian

Dampak positif rehabilitasi ini dirasakan langsung oleh ratusan petani di Kecamatan Tembuku. Saluran di Subak Tampuagan, Desa Peninjoan, yang sebelumnya kerap mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem dan longsor, kini telah mengalirkan air secara lancar ke lahan-lahan pertanian warga.

"Para petani sangat terbantu dengan adanya proyek irigasi ini karena debit air yang mengairi sawah makin besar. Dulu petani sempat kesulitan air hingga susah tidur, tapi sekarang sudah bisa panen pada bulan September lalu dan November ini kembali menanam padi," ujar I Ketut Sirka,  Kelian Subak Puluai Tampuagan, saat ditemui di tengah Subak di Bangli, Selasa (3/11/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kelian Subak Tampuagan Tempek Tabunan, Made Sueca, serta Klian Subak Tampuagan Tempek Payuh, Nyoman Mandiaka, kompak membantah adanya keluhan dari petani terkait pengerjaan proyek.

Sebaliknya, sekitar 250 petani yang tergabung di empat subak wilayah tersebut menyatakan kepuasan mendalam dan berharap pembangunan infrastruktur air ini dapat dilanjutkan hingga ke hilir pada tahun anggaran berikutnya.

”Fakta yang kami rasakan, air Subak mengalir dan mengaliri persawahan para petani, jika proyek rehabilitasi irigasinya bermasalah berati air tidak mengalir, silakan lihat sendiri,” kata Sirka, membantah rumor yang menyebut proyek irigasi subak bermasalah.

Sementara dari sudut pandang teknis, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangli menilai proyek ini memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap kesejahteraan petani lokal.

Ida Bagus Nyoman Adnyana dari Bidang Teknik Irigasi Dinas PUPR Bangli menyatakan bahwa optimalisasi jaringan pengairan ini menjadi kunci utama dalam mengubah pola tanam petani.

Ke depan, pihaknya optimistis produktivitas pertanian di Bangli dapat meningkat dari yang sebelumnya hanya panen satu kali setahun menjadi dua kali setahun.

Melihat keberhasilan dan besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat di lapangan, kalangan petani di Bangli kini mendesak agar program rehabilitasi jaringan irigasi via Inpres tersebut terus berlanjut pada tahun anggaran mendatang guna mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Pulau Dewata.

Pihaknya berharap, pemerintah kembali meningkatkan sarana irigasi agar semua petani di Bangli subaknya menjadi lebih produktif.***

 

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.id
Petani di Tembuku Bangli Produktivitas Hasil Panen Para Kelian Subak di Bangli Bantah isu miring saluran irigasi