BULELENG-Kasus rabies yang menewaskan bocah berusia lima tahun di Buleleng, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Apalagi korban dikenal sebagai sosok yang ceria dan penyayang hewan.
Suara genta bertalu-talu, diiringi lantunan kidung. Kamis siang (15/6), warga di Banjar Dinas Lebah Mantung, Desa Pangkungparuk gotong royong membuat usungan jenazah. Mereka mulai menyiapkan berbagai sarana untuk upacara pengabenan Kadek Riska Ariantini, 5, warga Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, yang jadi korban keganasan virus rabies.
Kemarin keluarga tengah melakukan upacara mecaru, jelang upacara ngaben yang akan dilakukan di Setra Desa Adat Pangkungparuk pada Senin (19/5) mendatang. Mata sang ibu, Wayan Sinar, masih sembab karena duka. Sementara Putu Redita, ayahnya, sedang mejauman (mengundang rohaniawan) jelang upacara.
“Anak ini ceria sekali. Dia juga sayang sama hewan. Punya kucing satu, namanya Santang. Anjingnya namanya Rahen. Biasanya sampai diajak tidur di kamar,” ujar Jro Made Santika, 52, keluarga mendiang.
Santika mengungkapkan, petaka itu terjadi sekitar sebulan lalu. Mendiang Kadek Riska sedang bermain masak-masakan di dekat bale bengong. Tetiba anjing kesayangan yang bersembunyi di bawah bale bengong, lengan kiri korban. “Lukanya kecil, hanya luka gores,” kata Santika.
Hari itu juga, anjing dibunuh sang ayah. Sebab anjing juga sempat seorang anak perempuan berusia lima tahun di bagian pantat, dan seorang anak usia empat tahun yang digigit pada dada. Kedua gigitan itu terjadi saat hari raya Galungan, Januari lalu.
Santika menuturkan, sebelum dinyatakan positif rabies, korban mengeluh lukanya gatal. Mendiang juga mengaku lapar namun sulit menelan. “Parahnya ya satu hari itu. Sejak anaknya ini meninggal, kucingnya juga hilang. Sampai sekarang belum balik,” ujarnya lagi.
Ia juga turut menyesalkan video korban yang tersebar luas di media sosial maupun di WhatsApp. “Kami tidak tahu siapa yang membuat dan yang menyebarkan. Setiap lihat video itu, hati keluarga sedih,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto menyayangkan kasus rabies itu. Sebab stok vaksin di 20 puskesmas dan tiga RSUD dalam kondisi aman. “Sudah digigit anjing tapi tidak datang meminta vaksin. Tentu kami sangat menyayangkan, apalagi vaksinnya gratis,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat juga disiplin dalam memelihara anjing. Caranya mengandangkan atau mengikat anjing agar tidak berkeliaran, serta memberi vaksin secara rutin pada hewan peliharaan.
Editor : Donny Tabelak