Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Permintaan Garam Meningkat, Petani Garam di Desa Kusamba Kewalahan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 16 Juni 2023 | 18:05 WIB

 

Permintaan garam tunnel Kelompok Petani Garam Sarining Segara di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, mengalami peningkatan.
Permintaan garam tunnel Kelompok Petani Garam Sarining Segara di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, mengalami peningkatan.

SEMARAPURA-Permintaan garam tunnel Kelompok Petani Garam Sarining Segara di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung mengalami peningkatan sejak tiga bulan terakhir. Kondisi itu membuat harga garam tunnel yang biasanya berkisar Rp 5 ribu per kilogram mengalami peningkatan menjadi Rp 8 ribu per kilogram. 

Seorang anggota Kelompok Petani Garam Sarining Segara, Nengah Diana belum lama ini mengungkapkan, tingginya permintaan garam tunnel produksi Kusamba karena pasokan garam dari Pulau Jawa terbatas. Hal itu membuat garam tunnel yang sebelumnya dihargai murah akhirnya laku terjual dengan harga yang terbilang tinggi, yakni Rp 7.500-Rp 8 ribu per kilogram dari sebelumnya berkisar Rp 5 ribu per kilogram. “Kami sampai kewalahan. Produksi garam bulan lalu sebanyak 550 kilogram sudah habis terjual. Mungkin kalau jumlah produksi kami mencapai satu ton, juga bisa habis terjual,” katanya.

Melihat permintaan garam tunnel yang meningkat, dia berharap ada tambahan tunnel. Dari delapan tunnel yang ada saat ini, sebagai salah satu anggota kelompok dia mengaku setiap bulannya mendapat bagi hasil penjualan berkisar Rp 3 juta-Rp 5 juta per bulan. “Kami juga mendapat beras Rp 25 kilogram bulan lalu dari keuntungan penjualan garam,” bebernya.

Selain itu, menurutnya, kelompoknya juga membutuhkan plastik penutup lantaran sudah mulai robek dibeberapa sisi. Kerusakan tersebut sudah diperbaiki secara gotong-royong oleh sesama anggota kelompok dengan memanfaatkan plastik cadangan yang masih tersisa saat kali pertama pendirian tunnel. “Itu jenis plastik khusus, namanya plastik UV. Katanya tidak ada dijual di Bali, harus pesan di Surabaya,” tandasnya.

Editor : Donny Tabelak
#pantai kusamba #permintaan garam #garam