MANGUPURA, Radar Bali.id - Memasuki pertengahan bulan Juni 2023, atau selama dua minggu di bulan Juni 2023, kebakaran kerap kali terjadi di Bali, tak terkecuali di Kabupaten Badung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung catat sebanyak tujuh kebakaran terjadi per kemarin (16/6/2023).
Dari tujuh kebakaran, tiga di antaranya terjadi di Kecamatan Kuta, tiga di Kecamatan Abiansemal, dan satu di Kuta Utara. Kejadian tersebut telah menelan kerugian mencapai Rp795 juta.
Salah satunya terjadi pada Rabu (14/6/2023) di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal. Pelinggih milik I Wayan Sunarka dilalap si jago merah akibat dupa yang ditinggalkan dalam kondisi menyala usai mebanten. Kerugian pun ditaksir mencapai Rp100 juta.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ketut Murdika menyebutkan sebagian besar kebakaran dikarenakan oleh api dupa. Sementara kejadian lainnya ada yang dikarenakan percikan api pembakaran sampah dan konsleting listrik.
BPBD Badung bersama dengan Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung pun telah siaga 24 jam dalam melayani dan menerima laporan masyarakat. Masyarakat di Badung menurutnya juga sudah tanggap dalam melaporkan kejadian kebakaran."Kesadaran masyarakat sangat tinggi dan cepat melapor ke pemadam kebakaran maupun ke BPBD," ujarnya.
Adapun penanganan kebakaran ditangani langsung oleh Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung. Sementara BPBD bergerak dalam penanganan, terutama apabila ada kondisi penyelamatan korban. Ditambah juga dengan fasilitas mobil rescue yang siaga di BPBD Badung.
Antisipasi juga telah dilakukan dengan adanya Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) oleh BPBD Badung."KIE di Bidang 1 berkerja sama dengan pemadam kebakaran melakukan sosialisasi ke sekolah, usaha, hotel, bank, dan lainnya," kata Murdika.
Lebih lanjut, ia meminta masyarakat untuk ikut serta dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran di Badung. Di antaranya dengan menghindari membakar sampah dan memasang dupa ketika mebanten."Memasuki musim kemarau, diharapkan masyarakat lebih berhati hati lagi. Jangan membakar sampah dan memasang dupa di Pelinggih," tuturnya.[*]
Editor : Hari Puspita