AMLAPURA, Radar Bali.id- Petugas gabungan yang terdiri dari Basarnas, Bakamla, BPBD dan Polair menghentikan pencarian seorang buruh tukang angkat perahu nelayan, Dewa Gede Puja. Ini lantaran proses pencarian sudah memasuki hari ke tujun namun, pria yang hilang terseret ombak di pantai Pasir Putih, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem itu tak kunjung ditemukan.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana mengatakan proses pencarian terhadap nelayan yang terseret ombak di perairan Bugbug dihentikan karena sudah tujuh hari melakukan pencarian. Sesuai prosedur, ketika pencarian tak kunjung ditemukan hingga tujuh hari lamanya, maka pencarian dihentikan. “Estimasi waktu pencarian tujuh hari. Kalau tidak ditemukan pencarian akan dihentikan,” terangnya.
Pihaknya menambahkan, selama proses pencarian terhadap nelayan yang hilang terseret ombak tersebut. Tim SAR gabungan telah berupaya dengan maksimal untuk melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran mulai dari perairan Seraya, Kecamatan Karangasem hingga perairan Sengkidu Kecamatan Manggis. “Selama proses pencarian ada beberapa kendala. Cuaca. Ya gelombang tinggi, angin, itu kendalanya,” terang Eka.
Sebelum operasi SAR dihentikan, pihaknya terlebih dahulu melakukan rapat dengan seluruh tim yang ikut tergabung selama proses pencarian seperti Bakamla, Balawista, Satpolairud Polres Karangasem dan juga dihadiri oleh pihak keluarga korban. Dalam rapat tersebut semuanya sepakat untuk menghentikan proses pencarian. “Keluarga korban juga mengaku sudah ikhlas dan menerima ini sebagai musibah,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban Dewa Gede Puja hilang terseret ombak saat menurunkan perahu di pantai Pasir Putih, Desa Bugbug pada Minggu (11/6/2023) lalu. Hingga saat ini, korban tak kunjung ditemukan. [*]
Editor : Hari Puspita