Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hiu Paus Mati Terdampar di Pantai Desa Airkuning

Muhammad Basir • Senin, 19 Juni 2023 | 00:30 WIB
Pemeriksaan bangkai hiu paus yang mati terdampar di pantai Desa Airkuning, Kecamatan Jembrana.
Pemeriksaan bangkai hiu paus yang mati terdampar di pantai Desa Airkuning, Kecamatan Jembrana.

NEGARA- Seekor hiu paus ditemukan mati terdampar di pantai Desa Airkuning, Kecamatan Jembrana, Sabtu (17/6). Ikan besar dengan panjang sekitar 4 meter dan berat 2 ton tersebut kemudian dinekropsi sebelum dikubur di pantai Desa Airkuning, Minggu (18/6). 

Menurut informasi, hiu paus ditemukan terdampar sekitar pukul 18.30 WITA. Ikan yang juga disebut hiu tutul ini sempat dibantu warga dengan cara di dorong ke laut, namun kembali lagi terdampar hingga akhirnya mati. 

Terdamparnya satwa dilindungi ini kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Selanjutnya, setelah dilakukan pengecekan, kepolisian langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. "Penanganan dikoordinasikan dengan instansi terkait," ujarnya.

Koordinator satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Jembrana Andri Purna Jatmiko mengatakan, pihaknya setelah mendapat informasi adanya hiu paus terdampar, pihaknya mendatangi lokasi Minggu pagi. "Kami juga menghubungi pihak terkait seperti JSI yang berkompeten melakukan nekropsi," jelasnya, Minggu (18/6). 

Bersama jaringan satwa Indonesia (JSI), pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap ikan hiu jenis tutul yang terdampar. Pemeriksaan tidak hanya pada luar, termasuk nekropsi untuk pemeriksaan organ dalam dan sampel dibawa untuk diuji laboratorium. 

Dari pemeriksaan luar, lanjutnya, tidak ditemukan luka -luka pada hiu paus. Sehingga tidak mungkin diserang hewan lain. Karena tubuh hiu paus mulus tanpa, kemungkinan tersesat di perairan dangkal saat mencari makan. "Kemungkinan dislokasi terjadi saat hiu tersebut mencari makanan terlalu dekat dengan tepi pantai," ungkapnya. 

Kemungkinan tersebut, karena makanan hiu paus tidak hanya plankton, tetapi juga ikan kecil yang berada di perairan dangkal seperti ikan teri. "Makanan utama hiu tutul adalah ikan teri, sehingga mungkin anak hiu tersebut terjebak terlalu dekat dengan pinggiran pantai," terangnya. 

Hiu paus yang ditemukan mati terdampar tergolong muda. Diperkirakan masih berusia sekitar 1 atau 2 tahun, panjangnya antara 3 hingag 4 meter dengan berat sekitar 2 ton. Hiu paus dewasa, panjangnya bisa mencapai 10 meter lebih dengan berat belasan hingga puluhan ton per ekor. " Ini (hiu paus terdampar) masih tergolong muda," terangnya. 

Mengenai penyebab pasti kematian hiu paus, masih perlu dilakukan penelitian mendalam terhadap sampel yang diambil. Sampel, seperti organ dalam, isi perut, dan kulit hiu. Sampel-sampel ini akan diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kematian hiu. 

Setelah pemeriksaan dan pengambilan sampel, hiu dikubur untuk menghindari pencemaran lingkungan yang dapat ditimbulkan dari bangkai hiu paus yang sudah mati. 

Hiu paus yang juga disebut ikan cucut ini, merupakan spesies ikan terbesar yang sudah langka dan dilindungi secara penuh oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Surat Keputusan Nomor 18 Tahun 2013. Perlindungan pada hiu paus ini demi menjaga kelestarian ekosistem laut.

Editor : Donny Tabelak
#hiu paus #hiu mati terdampar #hiu tutul