Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Upacara Masal Maha Semaya Warga Pande Disambut Antusias

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Senin, 19 Juni 2023 | 13:34 WIB
GELAR UPACARA MASAL : Upacara masal yang digelar Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Kabupaten Klungkung di Balai Banjar Pande Galiran, Klungkung, yang puncak acaranya digelar, Minggu (18/6/2023)
GELAR UPACARA MASAL : Upacara masal yang digelar Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Kabupaten Klungkung di Balai Banjar Pande Galiran, Klungkung, yang puncak acaranya digelar, Minggu (18/6/2023)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Umat Hindu di Bali mulai dimudahkan dengan pelaksanaan upacara keagamaan secara masal. Bila biasanya umat bisa mengeluarkan biaya puluhan hingga seratusan juta rupiah untuk menggelar upacara keagamaan secara mandiri. Dengan mengikuti upacara masal, umat hanya butuh mengeluarkan biaya ratusan ribu dan maksimal jutaan rupiah.

Seperti Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Kabupaten Klungkung yang menggelar upacara masal terbuka untuk umum yang dipusatkan di Balai Banjar Pande Galiran, Klungkung, yang puncak acaranya digelar, Minggu (18/6/2023).

“Upacara masal yang kami laksanakan, yakni ngeroras atau atma wedana, meajar-ajar, upacara mapetik untuk anak kecil yang meninggal, munggah deha, metatah, mekalan-kalan, meparisuda, dan srada nugraha Brahma,” beber Ketua Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Klungkung, I Wayan Mudayana, Minggu (18/6/2023)

Menurutnya upacara tidak hanya digelar untuk semeton pande saja, melainkan seluruh umat Hindu di Bali yang ingin melaksanakan upacara dengan biaya ringan. Semua sarana upacara, sudah disiapkan oleh panitia upacara. Peserta hanya mengeluarkan biaya upacara dan sarana persembahyangan saja. Peserta paling banyak diikuti peserta, yakni metatah/mepandes yang diikuti oleh 102 orang peserta. Kemudian disusul munggah deha teruna sebanyak 75 orang. Ngeroras atau atma wedana sampai meajar-ajar sebanyak 54 orang.

Ada juga ikut mekalan-kalan enam orang karena sebelumnya belum melaksanakannya saat awal menikah. Selain itu, ada yang disebut dengan upacara Sradha Nugraha Brahma yang dikuti oleh 24 orang,” terangnya.

Untuk biaya upacara mulai dari Rp 200 ribu hingga paling tinggi Atma Wedana sebesar Rp 4 juta.  “Umat sangat diringankan dengan upacara massal seperti ini, contohnya saja metatah biaya yang dikeluarkan hanya Rp 300 ribu saja. Jika dilaksanakan sendiri, bisa habis puluhan juta,” katanya.

Puncak Karya ini dipuput atau dipimpin oleh empat orang sulinggih, diantaranya Ida Pandita Sira Mpu Putra Sila Ananta Bhawana dari Griya Sila Giri, Sente, kemudian ada Sira Mpu Dharma Kumala dari Griya Taman Ganda Sari Galiran, Sira Mpu Putra Dharma Upeksa Prya Griya Taman Merta Sari Tusan, dan Sira Mpu Putri Pramoda Wardani dari Griya Taman Saraswati Asram, Benbandem Karangasem.

“Hari ini tuntas sampai mendak nuntun ke Pura Goa Lawah, dan upacara akan diakhiri dengan mejauman pada 25 Juni 2023 mendatang,” tandasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#upacara #ritual #klungkung