AMLAPURA, Radar Bali.id- Sejak Januari 2023, hingga Juni saat ini, sebanyak 460 kasus gigitan anjing di Karangasem. Kasus gigitan hewan penular rabies terhadap manusia ini pun diprediksi mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.
Prediksi ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pangan, dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, Minggu (18/6/2023). Ini lantaran jumlah korban gigitan yang sudah mendekati angka 500 tersebut.
Namun meskipun diprediksi meningkat, Siki Ngurah mengklaim bahwa kasus rabies di Karangasem cukup terkendali dibanding dengan kabupaten lain. Dari 460 kasus gigitan anjing, terdapat 54 anjing yang positif rabies. “Tidak sampai ada korban jiwa. Jangan sampai lah,” katanya.
Untuk menekan angka kasus gigitan anjing ini, berbagai upaya dilakukan Pemkab Karangasem. Mulai dari menjadwalkan intens vaksinasi anjing. Dalam seminggu, jadwal vaksin anjing dilakukan pada Kamis dan Jumat. Itu dilakukan secara serentak. “Sehari menyasar 300 sampai 500 ekor anjing divaksin. Ketika ada kasus gigitan kami langsung melakukan penyisiran. Kendalanya itu anjing liar,” tuturnya.
Saat ini, capaian vaksinasi anjing sudah mencapai 33 ribu dari 77 ribu populasi anjing di Karangasem atau sekitar 40 persen. Hingga Desember, pihaknya menargetkan 60 persen anjing yang mendapat vaksin. “Tetapi sejak ada kasus yang meninggal di Kabupaten lain, kesadaran masyarakat memvaksin anjingnya cukup tinggi. Sehari bisa 300 sampai 350 ekor,” kata Siki Ngurah.
Upaya lain yang dilakaukan untuk menekan kasus gigitan yakni gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat, sekolah hingga ke menggandeng bendesa adat. Untuk di sekolah misalnya, pihaknya mengimbau agar siswa yang terkena gigitan langsung memberitahukan kepada orang tuanya. “Untuk masyarakat juga yang memiliki anjing harus memvaksin, mengikat anjing atau dikandangkan. Kami juga ajak bendesa adat untuk terlibat dalam pengentasan kasus gigitan anjing terutama yang positif rabies,” tandasnya.
Hingga saat ini, sudah ada tujuh desa adat di Karangasem yang memiliki pararem tentang hewan peliharaan terutama anjing. [*]
Editor : Hari Puspita