TABANAN,radarbali.id– Ulah muda-mudi yang duduk santai diatas patung garuda wisnu serasi (GWS) Tabanan yang sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan.
Setidaknya ada empat orang mudi-mudi yang telah diamankan. Mereka ternyata rata-rata dengan usia anak dibawah umur.
Kabag Humas Prokopim Setda Tabanan I Gusti Putu Winiantara membenarkan jika pihaknya telah mengamankan pelaku muda-mudi yang menaiki patung GWS yang berada di Taman Bung Karno Tabanan pada Minggu lalu (18/6).
Baca Juga: 3 Pelaku Perdagangan Orang Berhasil Rekrut 300 Orang Akhirnya Diciduk Polisi, Begini Modusnya
“Pelakunya anak-anak dibawah umur, dengan usia 13-14 tahun,” ungkap pria yang akrab disapa Anom, Selasa (20/6).
Dia menyebut terhadap pelaku anak dibawah umur tersebut penyelesaiannya dilakukan secara internal saja. Dengan memberikan pembinaan. Pembinaan pula dibantu oleh Desa Adat Kota Tabanan.
“Kami selesaikan secara internal, pihak Desa Adat Kota ikut membantu pembinaan. Untuk permohonan maaf secara terbuka dari anak-anak itu,” jelasnya.
Baca Juga: Video Assistant Referee (VAR) Masih Jadi Pergunjingan Dalam Kompetisi Liga 1
Sementara itu Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sangat menyayangkan peristiwa itu terjadi dilakukan oleh kalangan muda-mudi yang masih berusia dibawah umur. Itu sudah melanggar ketertiban umum di salah satu fasilitas umum yang menjadi kebanggaan warga Tabanan.
Menurutnya, GWS tempat umum yang biasa digunakan warga untuk rekreasi dan melakukan kegiatan-kegiatan. Baik kegiatan oleh pemerintah maupun masyarakat. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat bisa menjaga keamanan, ketertiban serta kenyamanannya, bukan sebaliknya.
“Pemerintah dan masyarakat harus bersatu, bergotong royong, menjaga seluruh fasilitas umum yang ada. Bukan sebaliknya malah menggunakannya untuk hal-hak yang negatif,” jelasnya.
Baca Juga: 3 Pelaku Perdagangan Orang Berhasil Rekrut 300 Orang Akhirnya Diciduk Polisi, Begini Modusnya
Sanjaya juga tidak menampik bahwa pengamanan terhadap fasilitas umum belum bisa dilakukan secara maksimal dan tentunya kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk semua pihak. Agar kedepan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap berbagai fasilitas umum yang ada.
“Kami tidak menampik bahwa fasilitas umum yang kami miliki belum memiliki pengamanan secara maksimal. Seperti rambu-rambu larangan, kamera CCTV juga belum maksimal, hal ini sebagai pembelajaran semoga ke depan seluruh pihak terkait agar lebih maksimal melakukan pengawasan dan pengamanan,” ungkapnya. ***
Editor : M.Ridwan