NEGARA, radarbali.id - Kecelakaan maut di jalur tengkorak Jalan Denpasar - Gilimanuk, kembali terjadi Rabu (21/6) sore lalu. Seorang pengendara motor tewas menegaskan di lokasi kejadian diduga karena benturan keras dengan bus yang datang dari arah berlawanan.
Kasatlantas Polres Jembrana AKP Ni Putu Meipin Ekayanti menjelaskan, kecelakan yang terjadi Rabu sore sekitar pukul 15.30 WITA, melibatkan motor DK 4547 FCH yang dikendarai Kariyono, 57, dengan bus DK 7175 AA yang dikemudikan I Gusti Ngurah Budiarta, 47. "Kecelakaan mengakibatkan pengendara motor meninggal di TKP," ujarnya, Kamis (22/6)
Meipin menjelaskan, lokasi kejadian Jalan Raya jurusan Denpasar-Gilimanuk KM 110-111, Banjar Tetelan, Desa Candikusuma Kecamatan Melaya. Kecelakan motor dan bus itu terjadi, berawal dari motor DK 4547 FCH yang datang dari arah timur atau arah Denpasar ke barat arah Gilimanuk.
Dalam situasi cuaca cerah, jalan lurus datar beraspal baik, dilengkapi dengan marka jalan utuh, motor yang dikendarai warga Desa Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, tiba-tiba bergerak ke kanan masuk jalur kanan. "Motor tiba-tiba oleng ke kanan," imbuhnya.
Pada saat bersamaan, datang dari arah berlawanan dari arah barat ke timur bus DK 7175 AA, sehingga terjadi kecelakaan lalulintas. Kecelakan berada di posisi jalan sebelah kanan dari arah timur, jalur bus yang di kendarai warga Banjar Pasar, Desa Melaya Kecamatan Melaya, Jembrana.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor meninggal dengan kondisi pada paha kanan dan betis kanan patah, tangan kanan patah, wajah kanan memar, keluar darah dari hidung. Sedangkan pengemudi bus dalam kondisi sehat, hanya bus mengalami kerusakan bagian depan sebelah kanan. ***
Editor : M.Ridwan