BULELENG-Padi merah munduk selama ini dikenal sebagai padi dengan kondisi genetik yang unik. Varietas itu hanya bisa ditanam di dataran tinggi seperti Desa Munduk, Kecamatan Banjar. Pemerintah tengah melakukan rekayasa genetik agar varietas itu bisa ditanam di dataran rendah.
Sejumlah Dinas Pertanian Buleleng, menceburkan diri ke sawah. Mereka menanam benih-benih padi di beberapa sawah, yang terletak di Subak Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada.
Padi-padi itu merupakan varietas istimewa. Yakni padi merah munduk. Varietas itu istimewa, karena sejak lama hanya hidup di dataran tinggi. Selain itu masa tanamnya juga lama, mencapai enam bulan masa tanam.
Kini pemerintah melakukan proses rekayasa genetik terhadap padi tersebut. Padi diharapkan bisa ditanam di dataran yang lebih rendah. Seperti di Subak Babakan, yang lokasinya tidak terlalu tinggi. Selain itu durasi tanam juga diharapkan lebih singkat.
Proses rekayasa genetik sendiri telah dimulai sejak tahun 2019 silam dan masih berlangsung hingga kini. Tahun ini merupakan proses uji coba tanam untuk ketujuh kalinya. Butuh waktu uji coba hingga dua tahun lagi, sehingga varietas hasil rekayasa genetik itu bisa lepas dari varietas induknya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan I Gusti Ayu Maya Kurnia, mengatakan, uji coba kali ini ditanam di dataran yang relatif rendah. Tujuannya melihat daya tahan padi. Padi hasil rekayasa genetik ditanam di atas lahan seluas 70 are dan diharapkan sudah bisa masuk panen dalam empat bulan mendatang.
“Sesuai dengan tujuan awalnya, perbaikan genetik padi merah munduk ini untuk mendapatkan waktu panen yang lebih cepat dan dapat ditanam di lahan dataran rendah. Sejauh ini sampai penanaman ketujuh sudah ada hasil yang mengarah ke tren positif,” kata Maya.
Meski sudah menunjukkan hasil yang positif, Maya menegaskan uji coba belum berakhir. Dinas Pertanian bersama Badan Riset Nasional (BRIN) masih harus melakukan pengamatan ada serangan hama. Baik itu wereng, hawar daun bakteri, tungro, dan blast. Hal itu penting dilakukan, untuk memastikan padi tahan terhadap serangan.
“Jika ini nanti berhasil, maka padi merah ini bisa ditanam oleh petani siapa saja dan di lahan mana saja. Padi merah merupakan salah satu produk unggulan yang nilai ekonomisnya juga sangat menjanjikan. Memang harapannya ke depan dapat memberikan kesejahteraan lebih pada petani,” demikian Maya.
Editor : Donny Tabelak