Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dinkes Badung Catat Ada 2.491 Kasus Gigitan Anjing hingga Mei

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Minggu, 25 Juni 2023 | 13:45 WIB

 

Dinkes Badung telah mempersiapkan stok VAR dan SAR dalam menangani kasus rabies.
Dinkes Badung telah mempersiapkan stok VAR dan SAR dalam menangani kasus rabies.

MANGUPURA- Dinas Kesehatan (Diskes) Badung melalui laporan Rabies Center telah mencatat 2.491 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) telah terjadi di Kabupaten Badung sejak Januari hingga Mei 2023. Di antaranya 498 gigitan pada bulan Januari, 383 gigitan pada Februari, 493 gigitan pada Maret, 508 gigitan pada April, 609 pada Mei. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Badung, I Made Suwadera menyampaikan hingga saat ini kasus positif rabies pada manusia hingga Juni 2023 tercatat sebanyak satu orang. 

"Sampai bulan Juni sebanyak satu orang kasus import dengan KTP di luar Provinsi Bali dan tinggal di daerah Sempidi. Pasien digigit atau HPR-nya di luar wilayah Badung," jelasnya, Sabtu kemarin (19/6). 

Adapun penanganan yang telah dilakukan Diskes Badung yakni tatalaksana kasus rabies sesuai protap atau standar, melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk mengetahui berapa orang yang kontak dengan pasien rabies, pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) pada kontak yang sempat ikut menangani pasien rabies, dan meningkatkan promosi kesehatan.

Stok VAR di Badung sebanyak 6.211 vial tersedia di Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) dan di masing-masing Rabies Center. Sementara stok Serum Anti Rabies (SAR) tersedia 35 vial. Adapun Rabies Center di Kabupaten Badung tersebar di 13 puskesmas dan RSUD Mangusada. 

"Ketersediaan VAR sampai bulan Juni 2023 masih cukup dan untuk antisipasi peningkatan kasus gigitan dan buffer stock. Maka pada anggaran perubahan 2023 akan diusulkan untuk penambahan pengadaan VAR sekitar 3.000 vial," kata pria 54 tahun ini.

Berdasarkan dari kasus gigitan yang datang melapor ke layanan Rabies Center maupun ke faskes lainnya cukup banyak, menunjukkan bahwa masyarakat sudah memiliki kepedulian terhadap bahaya rabies. 

Kendati demikian, kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan lagi. Hal ini dikarenakan terkadang ada beberapa masyarakat yang masih menyepelekan gigitan yang kecil dan menganggap hanya gigitan biasa. 

"Harapan sangat besar agar masyarakat datang ke Rabies Center terhadap kasus gigitan yang dialami. Sekecil apapun luka gigitan yang terjadi, agar melakukan cuci luka pada air mengalir 10 hingga 15 menit serta memakai sabun dan antiseptik," imbaunya.

Editor : Donny Tabelak
#kasus gigitan anjing #dinas kesehatan #rabies