GIANYAR,radarbali.id – Mantan Bupati Gianyar periode 1992-2002, Tjokorda Budi Suryawan wafat pada Selasa (27/6) pagi. Dia wafat di kediamannya di Puri Mahasari, Ubud sekitar Pukul 07.15 WITA di usia 71 tahun.
Tjokorda Budi Suryawan sendiri meninggalkan seorang istri bernama Tjokorda Istri Putra Anitawati, serta tiga putra. Mereka masing-masing bernama Tjokorda Gde Setiabudi Suryawan, Tjokorda Gde Agung Wijaya Kusuma, Tjokorda Gde Putera Tejakusuma.
Tjokorda Gde Putera Tejakusuma yang merupakan anak terakhir dari almarhum mengatakan bahwa saat ini almarhum juga meninggalkan 5 orang cucu. Disampaikannya bahwa tokoh politik yang dikenal dengan julukan CBS ini sebelumnya tak ada keluhan sakit.
"Meninggal pukul 07.15 Wita di Puri. Tidak ada keluhan. Tadi (kemarin) dari pihak rumah sakit langsung ke sini. Kebetulan beliau (almarhum) memakai perawat," katanya.
Sebelumnya CBS memang sempat beberapakali drop sehingga dia hanya menghabiskan waktu di rumahnya. Sementara itu, sang istri, Tjokorda Istri Putra Anitawati menjelaskan beberapa waktu belakangan, almarhum punya keinginan untuk jalan-jalan ke kota Gianyar.
"Keinginan itu sempat disampaikan kepada anak anak dan cucu cucunya. Tetapi beliau kini sudah berpulang," ucap Tjokorda Istri Putra Anitawati.
Baca Juga: KOHATI Singaraja Gandeng Gerakan Perempuan Dorong Upaya Penghentian dan Pencegahan Kekerasan Seksual
Sementara itu, CBS sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh pembangunan kabupaten Gianyar. Almarhum juga memiliki andil besar pada perekonomian Gianyar di masa jabatannya sebagai bupati Gianyar saat itu. Beberapa pembangunan yang dicetusnya dan hingga kini masih kokoh adalah stadion Kapten I Wayan Dipta yang menjadi markas Bali United saat ini.
Selain itu dia juga pencetus pembangunan jalan By Pass Dharma Giri dan Balai Budaya Gianyar. Pernah menjabat Ketua DPD Partai Golkar Bali dan menjadi anggota DPRD Bali 2 periode.
Sementara itu terkait upacara pemakaman, pihak keluarga masih melakukan rembug bersama. ***
Editor : M.Ridwan