SEMARAPURA,radarbali.id - Puluhan geobag tampak berjejer di pesisir Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida sebagai penanganan darurat terhadap abrasi yang kian parah. Hanya saja penampakan geobag yang berupa karung besar berisi pasir itu menimbulkan kesan kumuh sehingga dikeluhkan warga setempat.
Wayan Sadru, warga Desa Ped, Sabtu (1/7) mengungkapkan, abrasi parah di pesisir Banjar Nyuh, Desa Ped telah terjadi lebih dari lima bulan terakhir ini. Saking parahnya, badan jalan beraspal di pinggir pantai itu tergerus hingga separuhnya. Setelah berkali-kali melaporkan kondisi abrasi di pantai itu, akhirnya direspons pihak terkait. Hanya saja dia kurang puas atas penanganan abrasi yang dilakukan instansi terkait.
“Ternyata penanganannya menggunakan karung yang diisi pasir (geobag, Red). Pasirnya diambil dari pantai sini, sama dengan bohong kalau seperti itu. Tamu yang datang dan melihat ini, merasa risih (tidak nyaman, Red),” katanya.
Dia mendengar penanganan abrasi menggunakan geobag itu sifatnya sementara dan rencananya tanggul permanen akan dibangun di tahun ini. Oleh karena itu, besar harapannya pembangunan tanggul dapat segera dilakukan. Mengingat ada seribuan wisatawan datang ke Nusa Penida melewati kawasan tersebut. “Katanya Juni atau Juli anggarannya cair, tetapi sampai saat ini masih seperti ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung, I Made Jati Laksana yang dikonfirmasi terpisah mengungkapkan, penggunaan geobag dalam penanganan abrasi di pesisir Banjar Nyuh, Desa Ped sifatnya sementara untuk penanganan darurat. Sebab untuk penanganan abrasi berupa pembangunan tanggul masih dalam tahap usulan di Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.
“Penanganan saat ini bersifat sementara dan darurat untuk menghindari abrasi yang lebih parah. Untuk penanganan pembuatan tanggul pantai, masih kami usulkan ke BWS BP dan menunggu penganggaran,” katanya.
Menurutnya dibutuhkan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk penanganan di pesisir pantai tersebut. Dengan anggaran sebesar itu, menurutnya panjang ruas pantai Banjar Nyuh yang dapat ditangani sekitar 400 meter. “Kami terus berkoordinasi dengan BWS BP terkait percepatan untuk dapat segera mendapatkan penanganan,” tandasnya. ***
Editor : M.Ridwan