Perusahaan pengelola parkir Kota Denpasar, Perusahaan Umum Daerah Bhukti Praja Sewakadarma memasang nomor telepon di seragam juru parkir (jukir). Tujuannya biar masyarakat bisa melapor langsung jika memang mendapatkan pelayanan kurang baik dari oknum petugas parkir yang nakal.
JURUS yang dipakai ini terbilang sederhana saja. Yakni dengan mengganti seragam lama, diganti baru, yang berisikan tulisan kontak pengaduan terbuka kepada masyarakat yang ingin menyampaikan kritik dan unek-uneknya.
Dituturkan Direktur Perumda Bhukti Praja Sewajadarma I Nyoman Putrawan mengaku pengaduan yang diterima tidak segawat yang dipikirkan sebelumnya.
Maklum, sejauh ini masih saja ada kabar atau selentingan adanya oknum juru parkir nakal. Seperti tidak memberikan karcis, memungut tidak sesuai tarif, atau tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan benar sesuai aturan.
“Begitu kami pasang, tingkat pengaduan (yang masuk) ternyata tidak terlalu (kencang). Padahal, (sebelumnya) kami pikir sangat keras. Hitungannya tidak kencang sekali. Masyarakat mengadu dalam konteks yang masih normal, segera kami tindak lanjuti. Lebih enak kami kerja,” ucap Putrawan.
Ia mengatakan, ingin mengubah citra PD Parkir lebih profesional dalam bekerja. Karena selama ini banyak yang mengkritik terkait pelayanan perusahaan pelat merah ini. Diakuinya, sejauh ini memang ada warga yang mengadu tentang pelayanan juru parkir. Namun relatif masih tahapan wajar dan telah ditindaklanjuti sesuai kritik, laporan, keluhan dan saran yang diterima.
"Ini bentuk komitmen kami. Meskipun tidak 100 persen bisa mengubah citra, tapi ternyata pengaduannya tidak sebesar yang kami pikirkan (sebelumnya)," kata Putrawan.
Seperti diketahui, pihak Perumda Bhukti Praja Sewakadarma telah me-launching seragam pengaduan untuk 427 jukir di badan jalan. Juga 558 petugas parkir gedung dan pelataran di Kota Denpasar.
Seragam baru jukir dipasang kontak telepon yang dapat dihubungi oleh masyarakat ketika menemukan pelayanan yang kurang baik dari juru parkir maupun petugas parkir. [*]
Editor : Hari Puspita