Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Musim Ngaben, Perajin Bade di Karangasem Kebanjiran Orderan, Omset Tembus Ratusan Juta

Zulfika Rahman • Selasa, 4 Juli 2023 | 14:05 WIB
Para pekerja saat menyelesaikan pesanan pembuatan bade dan lembu di salah satu perajin di Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem.
Para pekerja saat menyelesaikan pesanan pembuatan bade dan lembu di salah satu perajin di Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem.

AMLAPURA- Musim ngaben yang berlangsung sejak awal Juli hingga Agustus mendatang membuat perajin bade di Karangasem kebanjiran order. Pesanan pembuatan bade tak hanya datang dari wilayah Karangasem saja, namun juga dari luar daerah.  

Salah seorang perajin bade di Kelurahan Padangkerta, I Ketut Suka Tenaya mengaku, orderan yang diterimanya sudah ada sejak bulan Juni lalu. Bahkan hingga saat ini, orderan yang masuk sudah mencapai 50 pesanan. “Kemungkinan akan bertambah. Karena musim ngaben ini akan berlangsung sampai Agustus,” ujarnya Senin (3/7). 

Beragam orderan yang diterima untuk kebutuhan ngaben. Seperti bade, lembu dan juga singa. Belum lagi orderan untuk upacara pengerorasan (rangkaian upacara setelah ngaben). “Cukup banyak orderannya. Baru dikerjakan setengahnya dan sudah dikirim kepada pemesan,” ucapnya.  

Untuk harganya sendiri bervariasi sesuai ukuran dan permintaan dari pemesan. Mengingat ada pemesan yang menentukan baik ukuran dan juga sesuatu yang khusus dari pengerjaanya. “Seperti motif khusus jadi ada tingkat kerumitannya. Tapi untuk harga bade rata-rata di kisaran Rp 17 sampai Rp 20 juta untuk yang standar,” sebutnya.  

Sementara untuk lembu dan singa kisaran harga antara Rp 5-8 juta. “Kalau ada permintaan khusus biasanya harganya lebih mahal,” imbuh Tenaya. 

Diakui, untuk pesanan bade, lembu dan singa mengalami peningkatan drastis saat musim ngaben tiba. Untuk hari-hari biasa, ia hanya menerima 1 sampai 2 unit saja dalam sebulan. “Karena kan musim ngaben sekarang sampai Agustus. Apalagi banyak ada ngaben masal,” kata dia. 

Untuk menyelesaikan satu bade, ia membutuhkan waktu hingga satu minggu dengan melibatkan pekerja sampai 10 orang. Dengan banyaknya orderan saat ini, ia pun meminta pekerjanya lembur untuk menyelesaikan puluhan pesanan tersebut. Untuk omset yang didapat, ia mengaku mencapai ratusan juta. “Kalau tahun lalu saya dapat sekitar Rp 300 juta. Kemungkinan tahun ini lebih, karena pesanan juga lebih banyak dari tahun lalu,” tandasnya.

Editor : Donny Tabelak
#bade #ngaben #pengrajin