Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cuaca Ekstrem, Ombak Besar Hantam Pesisir Pantai Jembrana

Muhammad Basir • Selasa, 4 Juli 2023 | 16:05 WIB
BERISIKO ABRASI MELUAS : Ombak besar menghantam pesisir Pantai Pebuahan, Jembrana.
BERISIKO ABRASI MELUAS : Ombak besar menghantam pesisir Pantai Pebuahan, Jembrana.

NEGARA, Radar Bali.id - Perairan Selat Bali selatan Jembrana sejak beberapa hari terakhir ini terjadi ombak besar.  Kejadian ini membuat pemukiman warga di pesisir pantai porak poranda diterjang ombak dan sebagian besar nelayan pun sementara istirahat melaut karena takut terjadi kecelakaan di laut.

Informasi yang dihimpun, ombak besar terjadi sejak empat hari terakhir ini, namun kondisi terparah terjadi sejak dua hari terakhir. Ombak besar dengan tinggi sekitar 2 meter menghantam pemukiman warga yang berada di pesisir pantai seperti yang terjadi Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

Ombak besar yang datang bertubi - tubi membuat warga resah. Karena rumah yang berada dekat dengan pantai dihantam kerasnya ombak hingga mengalami kerusakan parah.  "Ombaknya besar sudah empat hari, tapi baru dua hari ini yang parah,"kata Yanto, salah satu warga Banjar Pebuahan, Senin (3/7/2023).

Kondisi ini karena abrasi pantai yang terjadi, dimana sebagian besar daratan sudah tergerus. Sehingga, pemukiman warga yang sebelumnya jauh dari garis pantai, saat ini dekat dengan garis pantai. "Sudah banyak juga rumah yang hilang setiap terjadi ombak besar," terangnya.

Gempuran ombak besar ini tidak hanya terjadi di Pantai Pebuahan, seluruh pantai di Jembrana mengalami hal serupa. Karena itu, warga yang ada di pesisir pantai diimbau untuk lebih waspada. "Kami sudah menyampikan imbauan kepada nelayan, warga pesisir dan penggiat wisata," ujar Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Nyoman Arnama Susanto.

Menurutnya, nelayan, masyarakat pesisir dan semua yang beraktivitas di laut harus lebih hati-hati,  mengingat perubahan cuaca yang tidak menentu. Beberapa hari terakhir ini terjadi angin, hujan dan ombak yang cenderung ekstrim.

Nelayan yang masih melaut, selalu gunakan alat keselamatan seperti life jacket. "Masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan dalam menjalankan aktivitas di laut," ujarnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#ombak besar #pantai jembrana #cuaca ekstrem