Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kasus Rabies Meningkat di Bali, Pemerintah Genjot Vaksinasi Hewan Penular Rabies

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Rabu, 5 Juli 2023 | 12:05 WIB
Vaksinasi HPR kembali digenjot Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar.
Vaksinasi HPR kembali digenjot Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar.

DENPASAR- Vaksinasi rabies kembali digenjot Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar dengan menyasar 973 ekor Hewan Penular Rabies (HPR) yang tersebar di  lima banjar yang ada di Kota Denpasar, Selasa kemarin (4/7).

Distan Denpasar telah melakukan vaksinasi terhadap 987 HPR. Salah satunya di Banjar Ben Biu yang merupakan dusun terluas dengan jumlah penduduk terbanyak di Desa Peguyangan Kaja.

Kelian Dinas atau Pelaksana Kewilayahan Banjar Ben Biu, I Nyoman Yudana menyebutkan baru mendapatkan jadwal kembali sejak bulan Juni, lantaran sempat terkendala dengan ketersediaan vaksin yang terbatas.

“Warga sudah saya Whatsapp, bagi semeton yang memlihara anjing kucing dan sebagainya kalau jinak boleh dibawa ke banjar. Kalau tidak, bisa menunggu di rumah dan mengarahkan kalau ada petugas datang,” jelasnya.

Populasi anjing di wilayah Banjar Ben Biu berkisar hingga 397 ekor dan telah divaksin sebanyak 400 ekor. Jumlah ini mengingat sejumlah warga memelihara empat hingga delapan anjing dalam satu rumah.

Baru-baru ini juga terdapat kasus anak kecil yang terkena gigitan anjing liar dan langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan serta Vaksin Anti Rabies (VAR).

“Saya sebagai Kepala Dusun mengimbau kepada warga dusun semua, kalau memiliki peliharaan, tolong diperhatikan, diperlihara dengan baik, dan tolong divaksin biar tidak berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” kata Yudana.

Kepala UPTD Puskeswan Distan Kota Denpasar, Drh. Ketut Ayu Meidiyanti menyebutkan masih memiliki stok vaksin sebanyak 1.545 dosis. Jumlah stok yang tersisa disebutnya masih sangat kurang, dibandingkan dengan estimasi populasi di Denpasar sebanyak 82.195 ekor.

“Masih sangat kurang. Ini masih kemungkinan besok ada masuk lagi stoknya. 74 ribu dosis masih bertahap datangnya dan untuk info dosis belum bisa dipastikan karena kita berbagi dengan kabupaten lain,” terangnya.

Total HPR yang sudah tervaksin dari Januari 2023 hingga kemarin (4/7) sebanyak 29.555 dengan capaian vaksinasi 35,96 dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan. Namun, tetap tergantung dari stok vaksinnya.

Lebih lanjut dikatakan, selama bulan Juni 2023 ditemukan empat kasus positif rabies di Kota Denpasar. Dengan adanya pengaruh tren kasus rabies, masyarakat sudah mulai peduli dengan hewan peliharaannya.

“Harapan kami hanya usahakan hewan peliharaan tetap di dalam rumah dan jangan dilepasliarkan,” kata Meidiyanti.

Editor : Donny Tabelak
#vaksin rabies #hewan penular rabies #rabies di bali #HPR