Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tabanan Dikepung Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang, Akses Jalan Benyah Latig, Waspada Bencana Lanjutan!

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 8 Juli 2023 | 04:45 WIB

 

TERENDAM: Warga perumahan di Panorama Sanggulan Kediri yang dievakuasi, karena rumahnya terendam banjir dan kondisi bencana alam lainnya di Tabanan.
TERENDAM: Warga perumahan di Panorama Sanggulan Kediri yang dievakuasi, karena rumahnya terendam banjir dan kondisi bencana alam lainnya di Tabanan.

TABANAN,radarbali.id – Intensitas hujan yang tinggi sejak tiga hari belakangan ini mengakibat sejumlah wilayah di Tabanan dikepung banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. Hujan deras yang terus berlanjut dari pagi hingga sore hari, pada Jumat (7/7) membuat beberapa titik di wilayah Tabanan alami musibah bencana alam

Dari pantauan di lapangan dan sumber data dari BPBD Tabanan sementara ini banjir terjadi hampir merata di beberapa kecamatan di Tabanan. Di Kecamatan Tabanan, beberapa akses utama seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Gunung Agung, dan Jalan Gunung Batukaru tergenang air.

Bahkan di Jalan Jalak Putih, Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, satu unit mobil nyaris hanyut dan terjatuh ke dalam sungai.

Kondisi serupa juga terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Jembatan Yeh Nu, perbatasan Kecamatan Tabanan dengan Kerambitan. Selain itu seekor sapi mati akibat tertimpa pohon kelapa yang tumbang di Manikyang Selemadeg Barat.

Demikian juga dengan jalur utama di Kecamatan Marga melalui Desa Kukuh. Jalan di wilayah setempat tergenang banjir. Di kecamatan yang sama, pagar rumah warga di Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, ambruk sepanjang 20 meter.

Tidak hanya akses lalu lintas, banjir juga melanda beberapa komplek perumahan. Salah satunya di Perumahan Griya Multi Jadi (GMJ), Banjar Jadi, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.

Di lokasi ini, akses utama bagi warga setempat terputus kurang lebih tiga jam. Sebab akses utama di perumahan tersebut mendadak menjadi aliran sungai deras. Informasinya, debit air pada saluran di dekat perumahan tersebut tidak muat menampung akibat tanggul di bagian hulu jebol.

Beberapa rumah warga di perumahan ini tergenang banjir. Beberapa perabotan dan peralatan rumah warga ada yang terendam. Bahkan satu unit mobil turut terendam.

Dampak banjir yang berada di GMJ, karena luapan air pada saluran sungai itu membuat jalan di perumahan benyah lantig hancur. Jalan pun tidak bisa dilalui warga.

Sementara itu di Perumahan Panorama Sanggulan, Kediri sejumlah rumah warga terendam banjir. Warga terpaksa harus dievakuasi dari rumah masing-masing oleh Polair Polres Tabanan.  

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan I Nyoman Srinadha Giri menyebut saat ini pihaknya masih melakukan pendataan mengenai sebaran bencana.

"Kami masih krodit. Pendataan masing berlangsung. Sebagian personil juga sedang melakukan evakuasi di lapangan," ujarnya.

Sampai dengan pukul 18.00 Wita, menurut Srinadha giri setidaknya ada 12 bencana yang sedang ditangani BPBD. "Yang sedang ditangani saja ada 12 titik. Jadi kemungkinan lebih, Karena masih banyak kami yang belum bisa tangani" sebutnya.

Saat ini, personil BPBD sedang dikerahkan untuk memprioritaskan penanganan bencana yang berdampak pada terganggunya akses lalu lintas.

"Di Kerambitan juga ada longsor. Tapi masih dalam proses evakuasi. Kami prioritas juga untuk buka akses jalan. Karena ada juga pohon tumbang," terangnya.

Srinadha Giri menambahkan mengenai kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam pihaknya masih menghitung dan mendata. Karena belum semua warga yang terdampak bencana alam akibat dari hujan deras ini melapor.

“Kami belum mendata berapa jumlah kerugiannya. Kalau korban jiwa belum ada dilaporkan. Mudah-mudahan tidak ada,” sebutnya.

Pihaknya di BPBD Tabanan tidak henti-henti mengingat warga agar tetap waspada terhadap cuaca yang saat ini sedang tidak bersahabat. Apalagi tiga hari berturut-turut diguyur hujan lebat di Tabanan.

Sementara daerah rawan bencana di Tabanan, Daerah Hulu potensi bencana alam yang rawan yakni berupa tanah longsor berada di Kecamatan Baturiti, Penebel, Pupuan dan Selemadeg Barat. Sementara bencana Banjir Kota Tabanan dan daerah kecamatan Kediri. Sementara pohon tumbang merata tapi biasanya terjadi pada jalur lintas kabupaten, provinsi dan nasional.

“Mewaspadai kondisi cuaca saat ini yang masih terjadi dengan hujan intensitas tinggi kami mendorong keberadaan Pemerintah Desa juga ikut andil dalam mitigasi bencana ala mini,” pungkasnya. ***

 

Editor : M.Ridwan
#tabanan dikepung banjir #bencana alam #tabanan bali #banjir #pohon tumbang #longsor