TABANAN,radarbali.id -Dampak banjir yang menerjan Tabanan Jumat (7/7) kemarin membuat warga perumahan panorama sanggulan Desa Banjar Anyar, Kediri Tabanan harus mengungsi sementara.
Puluhan kepala keluarga (KK) mengungsi di sekolah dasar (SD) Negeri 6 Banjar Anyar. Sekitar 26 KK mengungsi, karena rumah mereka penuh dengan sisa material banjir seperti lumpur yang belum dibersihkan.
Selain itu ada sebanyak 44 KK warga Perum Lembah Sanggulan yang mengungsi di Musholla Al-Hijrah. Ada pula warga Perum BCA Land 9 mengungsi di TPQ Nur Ar Rohim Perum Andika Graha Sanggulan.
Baca Juga: Sebut Pengalihan Hak Sewa Lahan Sah, Bule Belanda Minta Perjanjian 3 November 2020 Harus Dibatalkan
Salah satu warga Perum Panorama Sanggulan yang mengungsi bersama keluarga di SD 6 Banjar Anyar, Reza 36 mengaku dirinya tak menyangka akan terjadi banjir pada perumahan yang ditempati. Pasalnya kondisi cuaca saat ini masih sedang musim kemarau, tapi malah hujan intensitas tinggi terjadi di Tabanan.
Diakuinya kembali hujan sebenarnya terjadi mulai pukul 04.00 WITA. Namun sekitar pukul 08.00 pagi malah terus hujan deras. "Nah sekitar pukul 13.00 mulai air naik hingga air setinggi leher dewasa," cerita Reza.
Karena air terus naik, hingga air meredam rumah yang di tempati 26 KK. "Kondisi lantai rumah kami sudah terendam banjir dan lumpur. Perabotan rumah seperti kulkas l, TV dan lainnya tidak bisa diselamatkan," ungkapnya.
Reza mengaku demi keselamatan warga dan khawatir banjir lagi, karena masih terjadi hujan di Tabanan. Dirinya bersama warga perumahan panorama harus mengungsi di SD 6 Banjar Anyar. Sesuai arahan dari BPBD Tabanan.
Sementara itu Kapolsek Kediri Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti mengatakan warga yang diungsikan di sekolah dan musholla demi keselamatan mereka. Karena kondisi saat masih terjadi hujan. Disamping itu rumah mereka belum bisa ditempati karena belum dibersihkan.
"Sementara waktu mereka mengungsi, kalau kondisi sudah aman, maka bisa kembali ke rumah masing-masing," singkatnya. ***
Editor : M.Ridwan