Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dorong Pengairan Pertanian Lebih Baik, 14 Subak di Buleleng Diberi Rehab Irigasi

Eka Prasetya • Senin, 10 Juli 2023 | 04:45 WIB

 

SWADAYA: Proses perbaikan jaringan 14 saluran irigasi tersier di Buleleng
SWADAYA: Proses perbaikan jaringan 14 saluran irigasi tersier di Buleleng

SINGARAJA,radarbali.id – Sebanyak 14 subak di Kabupaten Buleleng mendapat bantuan perbaikan jaringan irigasi tersier. Perbaikan itu diharapkan dapat membantu para petani mengoptimalkan pengelolaan lahan mereka.

Bantuan itu disebarkan di beberapa kecamatan. Yakni Kecamatan Kubutambahan, Sawan, Buleleng, Seririt, dan Sukasada.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta mengatakan, perbaikan itu akan dilakukan tahun ini. Setiap subak maupun kelompok akan menerima bantuan sebanyak Rp 75 juta. Sehingga total dana yang digelontorkan mencapai Rp 1,05 miliar.

Sumiarta menyadari anggaran sebanyak itu, tak cukup untuk memperbaiki seluruh saluran irigasi tersier di tingkat subak. Mengingat jaringan air di subak panjangnya bisa mencapai puluhan meter, bahkan bisa mencapai ratusan meter.

“Ini sifatnya dana stimulan. Sebagai pendorong agar para petani bisa memperbaiki jaringan irigasi mereka. Kalau kemudian ada urunan atau swadaya, sehingga volumenya bisa bertambah, ya kami persilahkan,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkan, idealnya setiap jaringan tersier dilakukan perbaikan pada tiga sisi. Yakni sisi bawah, sisi kiri, maupun sisi kanan. Namun pemerintah memberikan kebebasan terhadap proses perbaikan itu.

“Kalau diperbaiki tiga sisi, jelas dananya tidak cukup. Jadi kami beri kebebasan. Entah mau tiga sisi, dua sisi, atau satu sisi, bolej saja. Yang penting nanti sistem perbaikannya diplester,” imbuh Sumiarta.

Setelah dilakukan perbaikan, pihaknya berharap proses budidaya tanaman menjadi lebih optimal. Khususnya tanaman padi. Sehingga petani yang biasanya hanya menanam pada dua kali musim tanam, dapat melakukan penanaman hingga tiga kali.

“Paling tidak pemanfaatan air bisa lebih optimal. Jadi tidak banyak terbuangan di tengah jalan. Kami juga imbau petani bisa mengatur pola tanam. Sehingga hasilnya bisa lebih optimal,” demikian Sumiarta.***

Editor : M.Ridwan
#kabupaten bulelelng #petani #REHAB #irigasi #subak